Gugus Tugas Covid-19 DIY: Warga Desa Boleh Makamkan Jenazah Covid-19

Editor Proses pemakaman jenazah terindikasi positif Covid-19 di DIY./visi.news/istimewa
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan, saat ini aturan pemakaman jenazah terindikasi Covid-19 sudah dapat dilaksanakan oleh warga di masing-masing Desa. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 DIY, Biwara Yuswantana.

“Aturan itu sudah ada. Warga Desa sudah bisa memakamkan jenazah terindikasi Covid-19,” kata Biwara, dikutip dari Tribunjogja.com, Selasa (29/12/2020).

Pihaknya, lanjut Biwara, telah menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) bagi masyarakat yang memakamkan jenazah terindikasi positif Covid-19. Meskipun begitu, Biwara mengungkapkan bahwa masih ada kendala terkait proses pemulasaraan pasien meninggal.

Selain itu, tambah Biwara, pihak Desa sejauh ini masih belum memiliki armada yang dapat digunakan untuk menjemput jenazah di Rumah Sakit.

“Permasalahannya sekarang ini justru akomodasi untuk membawa jenazah dari Rumah Sakit masih terbatas. Kalau aturan, itu sudah ada,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Wahyu Pristiawan, menambahkan bahwa sejak bulan Agustus, TRC BPBD sudah menghentikan proses penghantaran jenazah terindikasi Covid-19.

Namun kemudian, persoalan yang muncul adalah tidak semua daerah sudah memiliki Posko dukungan (Posduk) untuk menjemput jenazah terindikasi Covid-19.

“Kemarin kan gebyak uyah (pukul rata), sementara persoalan masing-masing daerah kan beda-beda. Dan DIY ini tidak ada pemakaman khusus,” kata Wahyu, dikutip dari Tribunjogja.com, Selasa (28/12/2020).

Lebih lanjut Wahyu menambahkan, sejak Agustus, fungsi Posduk dialihkan untuk membantu Rumah Sakit Rujukan yang tidak memiliki personel untuk menghantar jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Walaupun masing-masing Kabupaten/Kota sudah diminta untuk membentuk tim Satgas Covid-19 tingkat Desa untuk membantu proses pemakaman jenazah di DIY, baru Kabupaten Bantul saja yang sudah berjalan.

Baca Juga :  SMAN 1 Wedung Simulasi Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan Ketat

“Baru bantul yang sudah jalan. Ya, meski masih 70 persen. Mereka mampu menggerakkan masyarakatnya untuk proses pemakaman jenazah Covid-19. Sebentar lagi Kulon Progo sedang bersiap-siap,” kata Wahyu.

Wahyu memaparkan, meski Satgas desa sudah dibentuk untuk personel yang menghantar jenazah, tetap saja pihak Rumah Sakit dengan TRC Kabupaten/Kota tetap berhubungan dengan BPBD DIY sebagai bentuk koordinasi.

Keberadaan Satgas Covid-19 tingkat Desa diakui Wahyu sangat meringankan petugas TRC di lapangan.

“Sangat membantu sekali. Dan saat ini kami tetap melakukan pengawalan kepada Satgas Desa saat melakukan pemakaman,” pungkasnya. @yus

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

1 Banding 2.074, Kapolresta Bandung: Jumlah Personel Masih Jauh Dari Ideal

Rab Des 30 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Bertempat di Markas Komando Polresta Bandung di Soreang, Kabupaten Bandung, Polresta Bandung secara resmi menyampaikan Laporan Akhir Tahun dalam Press Release Polresta Bandung 2020, Rabu (30/12/2020). Pada isi laporan tersebut, sempat disinggung terkait Bidang Pembinaan yang meliputi Pembinaan SDM, Penguatan Organisasi, Modernisasi dan Prestasi Tahun 2020, Pembangunan […]