VISI.NEWS|BANDUNG -Atmosfer panas di Signal Iduna Park berubah menjadi mimpi buruk bagi Atalanta setelah mereka dipaksa pulang tanpa gol oleh Borussia Dortmund pada leg pertama play-off 16 besar UEFA Champions League, Rabu dini hari WIB.
Alih-alih hanya bertahan, Dortmund justru memilih menyerang sejak menit pertama. Tekanan tinggi langsung memecah konsentrasi tim tamu, yang baru saja menata pertahanan ketika gol cepat tercipta.
Striker andalan Dortmund, Serhou Guirassy, membuka skor saat laga baru berjalan tiga menit lewat sundulan keras memanfaatkan umpan silang Julian Ryerson. Gol tersebut menjadi penegasan dominasi tuan rumah sekaligus mempertebal catatan gol Guirassy di kompetisi Eropa musim ini.
Dortmund tidak mengendurkan tekanan. Menjelang turun minum, Guirassy kembali menjadi kunci terciptanya gol kedua. Kombinasi cepat bersama Felix Nmecha diakhiri umpan matang yang diselesaikan dengan tenang oleh Maximilian Beier pada menit ke-42.
Atalanta sebenarnya sempat mendapat peluang melalui serangan balik cepat yang digagas Nicola Zalewski, namun kegagalan di penyelesaian akhir membuat peluang itu terbuang percuma.
Memasuki babak kedua, pelatih Raffaele Palladino mencoba mengubah situasi dengan memasukkan Isak Hien dan Nikola Krstovic, lalu menambah daya serang melalui Kamaldeen Sulemana. Namun pertahanan Dortmund tetap disiplin hingga akhir laga.
Pelatih Dortmund, Niko Kovac, menilai kemenangan ini lahir dari disiplin tim menjalankan rencana permainan sejak awal pertandingan.
“Kami bermain agresif sejak menit pertama dan pemain menjalankan rencana pertandingan dengan sangat baik. Kemenangan ini penting, tetapi pekerjaan belum selesai,” ujar Kovac usai pertandingan.
Sementara itu, Guirassy menegaskan timnya tak boleh lengah meski sudah mengantongi keunggulan dua gol.
“Kami senang dengan hasil ini, tetapi leg kedua akan sangat sulit. Kami harus tetap fokus karena Atalanta bisa sangat berbahaya di kandang mereka,” kata Guirassy.
Statistik pertandingan menunjukkan Atalanta sempat menguasai bola hingga 69 persen pada 15 menit terakhir, namun dominasi tersebut tak mampu diubah menjadi peluang bersih. Solidnya pertahanan Dortmund membuat setiap upaya tim tamu selalu kandas sebelum memasuki area berbahaya.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Dortmund sebelum bertandang ke Bergamo pada leg kedua 26 Februari 2026. Sementara Atalanta kini menghadapi misi berat untuk membalikkan keadaan di hadapan pendukung sendiri.@fajar