Guna Pengembangan Strategi Ekonomi, DPRD Jabar Dukung Pembangunan di Jabar Selatan

Editor :
Haji Kusnadi. /visi.news/eko aripyanto/ist

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Berbagai upaya dan persiapan dalam melakukan pemulihan perekonomian di Jawa Barat (Jabar) pasca Covid – 19, tengah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Pembangunan Jabar Selatan misalnya, wilayah tersebut cenderung tertinggal dari wilayah Jabar Utara. Demikian dikatakan Anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Jabar, Haji Kusnadi.

Ia mengatakan, DPRD akan terus mendukung dan mendorong perencanaan Pemprov Jabar yang tengah melakukan pembangunan Jabar Selatan guna menjadi strategi pengembangan perekonomian di Jabar.

“Dalam perencanaan pembangunan Jabar Selatan tersebut ada sejumlah skenario untuk melakukan pemulihan ekonomi di Jabar akibat pandemi Covid -19, tentunya DPRD akan terus mensuport dan melakukan pengawasan,” katanya.

Pertama, skenario yang akan dilakukan oleh Pemprov Jabar yaitu, penyelamatan yang terfokus pada tenaga kerja di berbagai sektor usaha dan menghidupkan kembali UMKM, pasalnya pasca pandemi Covid -19 tersebut, diketahui banyak tenaga kerja diberbagai sektor usaha dirumahkan, sehingga dikhawatirkan tingkat kemiskinan di Jabar bisa cenderung meningkat.

“Ketika banyak pengangguran, dan UMKM yang mengalami gulung tikar, maka tingkat ekonomi masyarakat akan menurun sehingga tidak mustahil angka kemiskinan akan mengalami kenaikan, dan ini harus segara diatasi,” ungkap Kusnadi kepada VISI.NEWS, Selasa (19/10/21).

Skenario kedua, lanjut politisi Golkar tersebut, pemulihan juga harus terfokus pada penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor usaha, misalnya membuka bisnis, berinvestasi, dan membuka industri besar, dengan begitu maka permasalahan pengangguran di Jabar akan segera pulih ketika berbagai sektor usaha tersebut kembali normal.

“Fokus kedua harus mampu menyerap kembali tenaga kerja khususnya warga masyarakat di Jabar. Jadi jangan sampai setelah kondisi perekonomian di Jabar pulih dan kembali normal, masalah pengangguran malah dibiarkan, ini harus menjadi perhatian penting oleh pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga :  H. Yanto: Pasien Bawa SKTM Ditelantarkan RSD Soreang, Kewibawaan Pemkab Bandung Bisa Tercoreng

Terakhir, sekenario ketiga yaitu, normalisasi kelanjutan program pemulihan dan sektor ekonomi lainnya, termasuk pengembangan infrastruktur melalui KPBU dan obligasi. Menurut Kusnadi, Pemprov Jabar harus mampu mewujudkan pemerataan perekonomian khususnya wilayah Jabar Selatan.

“Pembangunan Jalur Tengah Selatan (JTS), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), hingga pengembangan desa-desa wisata dan sektor perikanan dan kelautan, tanah yang subur serta potensi untuk mengembangkan sektor perkebunan juga pertanian tentunya patut untuk diperjuangkan,” pungkasnya.@eko

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bedas Sapujagat, Cegah Angka Pernikahan Dini di Kabupaten Bandung

Sel Okt 19 , 2021
Silahkan bagikanmoreVISI.NEWS | SOREANG – Di tengah pandemi covid-19, kasus pernikahan dini menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Pasalnya, angka pernikahan pada anak di Kabupaten Bandung masih tinggi, yakni mencapai 46,44 persen. Melihat hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menggulirkan program Berencana Dewasakan Anak Agar Sejahtera : Sinergitas Akselerasi Pendewasaan […]