VISI.NEWS — Cuaca Ekstrem La Nina dab Perumahan Kluster bisa mempengaruhi jumlah panen pertanian di Kabupaten Bandung. Namun untuk La Nina, dikatakan Pj. Sekda yang juga Kadis Pertanian Kab. Bandung, H. A. Tisna Umaran, setelah dilakukan evaluasi selama 2 minggu berturut-turut, ternyata La Nina tidak berpengaruh terhadap bencana keseluruhan termasuk dalam hal ini pertanian.
Tisna menambahkan, karena cuaca tersebut bersifat pluktuatif, maka disebutkan kondisi sekarang ini cukup normal. Dan petani bisa melaksanakan penanaman padi. Apalagi di bulan Oktober dan awal November merupakan masa tanam padi. “Jadi masyarakat petani tidak perlu lagi takut untuk segera melakukan penanaman padi,” katanya di Masjid Al Fathu, Jum’at (13/11/2020).
Sementara masalah kluster perumahan, lanjut dia, itu jelas akan mempengaruhi jumlah panen padi. Mengingat banyak sawah yang sengaja diurug dan dibuat rumah karena penjualannya dilakukan secara perkavling. Juga tidak diketahui zona eksistingnya, dan peruntukkannya.
Dia mengkwatirkan terjadi penyalahgunaan lahan yang mempengaruhi tatanan hukum tata ruang. Demikian juga dengan perizinannya itu harus dilakukan evaluasi secara benar. Tujuannya sebagai penertiban administrasi dan pembangunan di wilayah Kabupaten Bandung.
“Kalau tidak ada izin dan melanggar tata ruang, melalui Satpol PP sebagai penegak Perda, kami akan segera menindaklanjutinya. Salah satunya dengan menghentikan pembangunan tersebut,” ujarnya.
Sebab dikemukakan dia, penjualan tanah atau sawah secara perkavling itu bisa merusak tatanan lingkungan bila secara asal diberikan izin. Eksisting wilayah pun sudah seharusnya menjadi acuan. “Juga masalah izin penyelenggaraannya harus jelas, mesti sesuai dengan peruntukkannya tanpa harus merusak tatanan hukum tata ruang,” pungkasnya. @qia.