Hadapi Gugatan Perempuan yang Mengklaim Sebagai Putrinya, Jenazah Maradona ‘Harus Diawetkan’ untuk Tes DNA

Editor Keranda yang membawa jenazah Maradona/bbcnews/ist.
Silahkan bagikan

VISI-NEWS.COM – Pengadilan Argentina memutuskan jenazah legenda sepak bola Diego Maradona “harus diawetkan” guna menunggu tes DNA.

Putusan pengadilan ini menghalangi rencana kremasi yang sedianya akan dilakukan terhadap jenazah Maradona yang meninggal karena serangan jantung bulan lalu, di usia 60 tahun.

Putusan hakim itu adalah tindak lanjut dari gugatan hukum dari seorang perempuan yang mengklaim bahwa Maradona kemungkinan adalah ayahnya.

Maradona ‘tak tinggalkan surat wasiat’, pembagian warisan diperkirakan kacau
Pengadilan memerintahkan pengambilan sampel DNA dari mantan pesepak bola itu.

Maradona memiliki dua putri dari pernikahannya. Setelah bercerai, diketahui bahwa ia merupakan ayah dari enam anak lain.

Adapun Magali Gil, perempuan berusia 25 tahun yang mengajukan gugatan ke pengadilan, tidak termasuk di antara delapan anak ini.

Gil, yang merupakan anak adopsi, berkata ibu kandungnya menghubunginya dua tahun lalu dan mengatakan bahwa ayahnya “mungkin Diego Maradona”.

Dalam sebuah video yang diunggah di Instagram, Gil mengatakan adalah “hak universal” untuk mengetahui “apakah Diego Maradona adalah ayah kandung saya atau bukan”.

Setelah kematiannya pada 25 November, Maradona dimakamkan di pemakaman pribadi dekat Buenos Aires. Pengadilan memutuskan pada 30 November bahwa tubuhnya tidak dikremasi sampai semua tes forensik yang diperlukan telah dilakukan.

Putusan pengadilan pada Rabu (16/12) memperpanjang larangan kremasi hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kantor berita Reuters melapokan bahwa pengacara Maradona mengatakan sampel DNA dari mantan pemain timnas Argentina itu sudah ada. Oleh karena itu, penggalian tubuhnya tampaknya tidak perlu.

Maradona meninggalkan warisan yang sedang diperebutkan oleh anak-anaknya yang diakui dan mereka yang saat ini mencari pengakuan lewat pengadilan.

Baca Juga :  Presiden: Jadikan Nuzulul Quran Momentum Perkuat Kebersamaan dalam Keragaman

Kematiannya menyebabkan kejutan besar tidak hanya di negara asalnya Argentina tetapi di seluruh dunia dengan ratusan ribu penggemar berkumpul untuk memberikan penghormatan.@fen/sumber: bbcnews

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Banyak Guru dan Orang Tua Anggap Kekerasan Adalah Bentuk Kedisiplinan

Sab Des 19 , 2020
Silahkan bagikanVISI-NEWS.COM – Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Irjen Kemendikbud) Chatarina Muliana Girsang mengatakan, kasus kekerasan baik di lingkungan sekolah maupun rumah masih belum bisa diatasi. Pasalnya, para guru dan orang tua masih menganggap kekerasan adalah bentuk kedisiplinan. “Adanya stigma kekerasan adalah bagian dari pendidikan. Tidak mudah menghapus budaya […]