HAJI: Kemenag, Proses Mitigasi Sedang Berjalan

Editor Ilustrasi Kakbah dan umat Islam tengah beribadah di sekelilingnya./net.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Direktur Penyelenggara Haji Luar Negeri Kementerian Agama (Kemenag) RI, Subhan Cholid, menyebut kemungkinan pemberangkatan haji akan berjalan normal dengan beberapa catatan.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan Diseminasi Aturan Perundang-undangan Haji dan Umrah Angkatan IV yang digelar Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Selasa (24/11/2020).

Dalam kegiatan tersebut, ia menyebutkan setidaknya ada tiga hal yang diperlukan agar ibadah haji bisa terselenggara dengan normal.

Pertama, Covid-19 sudah tidak ada lagi. Jika jemaah haji harus menjalani vaksinasi Covid-19, maka jemaah sebaiknya diberi kebebasan biaya vaksinasi.

Kedua, vaksin Covid-19 harus aman. “Jemaah haji selama ini sudah diberi dua vaksin, yaitu meningitis dan influenza. Apabila ditambah lagi vaksin Covid-19, apakah tubuh jemaah haji cukup kuat? Hal ini perlu dipertimbangkan oleh Kementerian Kesehatan,” kata Subhan dalam keterangannya seperti dilansir ihram.co.id dari Republika, Rabu (25/11/2020).

Kondisi ketiga yakni ada unsur yang darurat, apabila vaksin Covid-19 digunakan, sebagai pengganti vaksinasi meningitis. Untuk hal ini tugas MUI yang menentukan status kedaruratannya.

Subhan mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan mitigasi kemungkinan yang terbaik untuk penyelenggaraan haji Indonesia. Salah satu yang dibahas adalah opsi pembatasan kuota dan usia.

Opsi pembatasan ini juga berlaku dalam pelaksanaan umrah yang mulai berjalan bagi jemaah asing pada awal November lalu.

Diketahui, ada batasan kuota dan usia bagi jemaah umrah yaitu yang hanya berusia 18-50 tahun.

“Kita sedang proses mitigasi, diteliti kemungkinannya satu per satu. Namun, kita masih menunggu keputusan dari Arab Saudi. Apabila sampai Ramadan tahun depan belum ada keputusan, berarti ada kemungkinan haji tahun depan akan mundur lagi,” kata dia.

Baca Juga :  SKETSA | Arab

Hadir pula dalam kegiatan tersebut anggota Komisi VIII DPR RI, Harmusa Oktaviani. Di kesempatan itu, Harmusa mengungkapkan perihal kebijakan penyelenggaraan haji berdasarkan aturan terbaru.

Dalam Undang-Undang nomor 8 tahun 2019 Pasal 14 ayat 1 terkait penetapan kuota haji Indonesia, Menteri Agama memberi prioritas kuota kepada jemaah haji lanjut usia yang berusia paling rendah 65 (enam puluh lima) tahun dengan persentase tertentu.

Sebelumnya, lansia yang mendapatkan prioritas berangkat awal adalah yang berumur 75 tahun. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Munas X MUI, Jokowi Apresiasi Dakwah dan Fatwa Covid-19

Kam Nov 26 , 2020
Silahkan bagikan– “Corak keislaman di Indonesia identik dengan pendekatan dakwah kultural yang persuasif dan damai, tidak menebar kebencian, jauh dari karakter ekstrem, dan merasa benar sendiri.” VISI.NEWS – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menjembatani komunikasi antara ulama dengan pemerintah.  Menurut Jokowi, MUI juga berkontribusi […]