Search
Close this search box.

Harga Beras di Bandung Makin Melambung, Ini Penyebab dan Solusinya

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Harga beras di pasar tradisional di Kota Bandung terus merangkak naik sejak awal tahun 2024. Berdasarkan pantauan media ini, harga beras premium di Pasar Kosambi telah mencapai Rp 16.000 – Rp. 17.000 per kilogram. Sedangkan untuk kualitas rendah berkisar Rp 14.000-14.500 per kilogram.

Penyebab kenaikan harga beras ini menurut pedagang beras di Pasar Kosambi, Asep (50), adalah karena faktor cuaca yang tidak mendukung produksi padi di daerah penghasil. Selain itu, adanya lonjakan permintaan menjelang bulan puasa Ramadhan juga berpengaruh.

“Kalau turun harga belum ada kayanya. Masih stabil aja naik harganya. Khawatir akan terus naik harganya. Sebulan aja bisa sampai dua kali naik harga,” ujar Asep, Senin (19/2/2024).

Akibat kenaikan harga beras ini, daya beli masyarakat pun menurun. Widyaningsih (45), pedagang sayuran di Pasar Kosambi, mengatakan bahwa pembeli beras di pasar kini lebih memilih yang seperlunya saja. “Kalau yang beli buat masak di rumah jadi belinya seperlunya. Tapi kalau warung nasi gitu, normal saja,” katanya.

Untuk mengatasi kenaikan harga beras ini, Pemerintah Kota Bandung menggelar operasi pasar beras murah di setiap kecamatan. Menurut Pj Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono, ketersediaan beras SPHP di Bulog Kota Bandung relatif aman hingga bulan puasa Ramadhan.

“Kami menggelar operasi pasar murah dan beras murah di 30 kecamatan. Masing-masing kecamatan diberi kuota 10 ton beras medium,” kata Bambang. Dalam operasi pasar itu, beras dijual Rp 53 ribu per lima kilogram.

Bambang berharap dengan adanya operasi pasar beras murah ini, harga beras di pasar tradisional bisa turun dan stabil. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan tetap menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran.

Baca Juga :  Indonesia Taklukkan China, Tempel Jepang di Grup B Piala Asia U-17

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :