VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT – Pada Jumat (22/11/2024), harga bitcoin mencapai rekor tertinggi baru, menyentuh angka 99.000 dolar AS atau lebih dari Rp 1,9 triliun. Lonjakan ini membawa kapitalisasi pasar bitcoin melebihi 1,9 triliun dolar AS, dengan volume perdagangan harian mencapai 52 miliar dolar AS. Harga bitcoin terus mencatatkan kenaikan meskipun mayoritas altcoin mengalami penurunan, menjadikannya aset terbesar ketujuh di dunia, mengalahkan perak yang kini berada di peringkat sembilan.
Salah satu faktor penyebab kenaikan ini adalah kabar bahwa Trump Media and Technology Group sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi perusahaan perdagangan kripto Bakkt, yang memicu ekspektasi kebijakan pro-kripto di bawah kepemimpinan Donald Trump. Selain itu, peluncuran Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin dari BlackRock dan iShares Bitcoin Trust (IBIT) yang berhasil mencatat nilai perdagangan 1,9 miliar dolar AS pada hari pertama, serta peluncuran platform aset digital Goldman Sachs, memberikan sentimen positif bagi pasar. Kemenangan Trump dalam pemilihan presiden AS 2024 juga memberikan dampak besar, dengan harga bitcoin melonjak lebih dari 40 persen sejak diumumkan pada 6 November 2024.
CEO Indodax, Oscar Darmawan, menilai bahwa perkembangan ini memperkuat posisi bitcoin sebagai pilar utama dalam ekosistem ekonomi digital global.
“Ketika kita melihat berita seperti Trump Media yang berniat mengakuisisi Bakkt dan pertemuan dengan Brian Amstrong, ini bukan hanya tentang ekspansi bisnis. Ini adalah langkah strategis yang memperkuat bitcoin sebagai pilar utama di ekosistem ekonomi digital global. Kombinasi ini memberikan kejelasan arah yang sangat signifikan terhadap masa depan industri,” ujar Oscar dalam keterangan resmi, Senin (25/11/2024).
Dengan ETF Bitcoin sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan sektor keuangan tradisional dengan aset digital.
“ETF Bitcoin dari BlackRock menjadi tonggak sejarah yang menunjukkan bahwa lembaga-lembaga besar semakin meyakinkan bahwa bitcoin lebih dari sekadar aset digital, tetapi juga alat diversifikasi portofolio jangka panjang,” tambahnya.
Oscar juga menyoroti bahwa kebijakan pro-kripto Trump dapat mengarah pada pengakuan lebih besar terhadap bitcoin sebagai cadangan nasional.
“Kebijakan pro-kripto yang dijanjikan Trump menciptakan harapan bahwa Bitcoin dapat bertransisi menjadi aset strategis, bahkan mungkin sebagai cadangan nasional. Ini adalah langkah revolusioner yang menunjukkan pengakuan terhadap nilai intrinsik bitcoin dalam konteks ekonomi global,” jelasnya.
Namun, meskipun dominasi bitcoin terus meningkat, dia juga mengingatkan tentang tantangan yang dihadapi oleh altcoin seperti Ether.
“Penurunan pada Ether dan altcoin lainnya memperlihatkan bahwa investor saat ini lebih cenderung memilih Bitcoin sebagai aset utama. Ini adalah refleksi dari kepercayaan pada Bitcoin yang terus meningkat di tengah ketidakpastian pasar,” ungkapnya. @ffr












