VISI.NEWS | BANDUNG – Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada Jumat, (1/8/2025) pukul 7:15 WIB. Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau masih berada di zona merah.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) masih melemah. Bitcoin turun 1,93% dalam 24 jam dan 1,92% sepekan.
Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 115.770 per koin atau setara Rp 1,90 miliar (asumsi kurs Rp 16.490 per dolar AS).
Ethereum (ETH) kembali melemah. ETH turun 3,28% sehari terakhir, tetapi masih menguat 1,20% sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 60,8 juta per koin.
Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) masih melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB turun 0,92%, tetapi masih menguat 2,92% sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 12,9 juta per koin.
Kemudian Cardano (ADA) masih berada di zona merah. ADA terkoreksi 3,65% dalam sehari dan 7,41% sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 12.147 per koin.
Adapun Solana (SOL) masih melemah. SOL turun 3,87% dalam sehari dan 5,06% sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 2,82 juta per koin.
XRP turut berada di zona merah. XRP ambles 3,33% dan 3,05% sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 49.507 per koin.
Koin Meme Dogecoin (DOGE) masih melemah. Dalam satu hari terakhir DOGE turun 5,56% dan 8,42% sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 3.435 per token.
Harga kripto hari ini stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC) masih stabil. Harga keduanya masih berada di level USD 1,00, keduanya menguat masing-masing 0,01%.
Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 3,78 triliun atau setara Rp 62.332 triliun, melemah sekitar 2,13% dalam sehari terakhir.
Pasar Kripto Masuk Fase Kenaikan Besar
Setelah mengalami stagnasi selama beberapa hari, kapitalisasi pasar kripto global akhirnya menunjukkan tanda-tanda pergerakan besar.
Sebelumnya, sebagian analis sempat memperkirakan harga Bitcoin bisa turun hingga ke level USD 60.000. Namun, sinyal teknikal terbaru justru memberikan gambaran berbeda: potensi penguatan semakin nyata.
Mengutip coinmarketcap, Jumat (1/8/2025), kapitalisasi pasar kripto berhasil menembus zona konsolidasi yang selama ini membatasi pergerakan harga. Indikator RSI (Relative Strength Index) juga mulai memasuki wilayah jenuh beli (overbought), yang dalam tren naik biasanya menjadi sinyal awal kelanjutan reli harga.
Salah satu indikator paling penting saat ini adalah On-Balance Volume (OBV). Penutupan grafik bulanan terakhir menunjukkan breakout OBV yang sangat jelas, tanda adanya akumulasi besar-besaran oleh pelaku pasar.
Dalam sejarah pergerakan kripto, breakout OBV sering kali menjadi pemicu lonjakan harga selanjutnya. Artinya, saat ini pasar bisa saja sudah melewati fase ‘konsolidasi tenang’ dan tengah bersiap menembus level-level baru yang lebih tinggi.
Beberapa analis bahkan menyebut peluang entry mudah mungkin sudah lewat, dan pasar sedang menuju puncak makro siklus berikutnya.
Jika tren ini berlanjut, investor perlu mempertimbangkan untuk menyesuaikan strategi. Terlalu fokus pada potensi koreksi atau menunggu harga turun bisa membuat mereka kehilangan momentum.
Meski selalu penting untuk berhati-hati, sinyal-sinyal teknikal saat ini mengisyaratkan bahwa kepercayaan pada reli jangka pendek hingga menengah mulai tumbuh. Tentu saja, semua itu perlu terus dikaji ulang jika muncul tanda-tanda pembalikan arah secara makro. @desi












