Search
Close this search box.

Harga Emas Antam Stabil Meski Terjadi Penurunan pada Sabtu, Prediksi Analis Tetap Optimis

Cincin Emas./visinews/Sahabat pegadaian

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Minggu (4/8/2024) tetap stabil di angka Rp 1.428.000 per gram. Stabilitas ini terjadi setelah adanya penurunan sebesar Rp 3.000 per gram pada Sabtu (3/8/2024) yang dipicu oleh aksi profit taking para investor menyusul lonjakan harga emas dunia.

Menurut situs Logam Mulia, harga emas Antam tidak mengalami perubahan dari hari sebelumnya, meski pada Sabtu sempat turun akibat aksi ambil untung saat harga emas internasional hampir mencapai level psikologis dan target US$ 2.500 per ons troi. Analis Pasar Mata Uang, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penurunan ini hanya sementara.

Lukman memprediksi harga emas akan tetap kuat ke depannya, didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) dan melemahnya dolar AS setelah rilis data ekonomi yang menunjukkan potensi kegagalan soft landing ekonomi di AS. “Target harga emas dunia saat ini idealnya akan naik menjadi US$ 2.700 per ons troi setelah mencapai US$ 2.500 per ons troi,” ujar Lukman kepada Kontan.co.id, Minggu (4/8).

Namun, Lukman menambahkan bahwa meskipun harga emas naik hingga US$ 2.700 per ons troi, kenaikan tersebut hanya sekitar 10% dari harga saat ini. Kenaikan sebesar 10% bukanlah tujuan utama investor, tetapi lebih sebagai langkah mengalihkan aset berisiko yang berpotensi merosot lebih besar.

Dengan asumsi nilai tukar rupiah saat ini, Lukman memproyeksikan harga emas Antam akan mencapai Rp 1.470.000 per gram di akhir tahun jika harga emas internasional berada di level US$ 2.500 per ons troi. Jika harga emas global naik menjadi US$ 2.700 per ons troi, harga emas Antam diperkirakan akan mencapai Rp 1.580.000 per gram.

Baca Juga :  Robot Ikut Lari, Internet Ngebut! Marathon China Masuk Era 5G-A

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Antam, Syarif Faisal Alkadrie, menuturkan bahwa pergerakan harga emas Antam dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti kondisi perekonomian global, inflasi, dan volatilitas pasar keuangan. Minat masyarakat terhadap investasi emas Antam meningkat selama beberapa tahun terakhir karena sifat safe haven emas.

Hal ini tercermin dari capaian penjualan produk segmen emas Antam pada periode Januari – Juni 2024 (1H24) yang berkontribusi sebesar 81% terhadap total penjualan ANTAM sebesar Rp 18,83 triliun, meningkat 42% dari periode yang sama tahun 2023 (1H23) yang sebesar Rp 13,30 triliun. Syarif menjelaskan bahwa keberhasilan perusahaan dalam mempertahankan pangsa pasar dan efektivitas strategi pemasaran berkontribusi pada peningkatan penjualan sebesar 18%, mencapai 15.969 kilogram dibandingkan capaian penjualan 1H23 sebesar 13.508 kilogram.

“Dengan fokus memperkuat posisi perusahaan di pasar domestik untuk segmen emas, perusahaan yakin akan mengoptimalkan kinerja penjualan emas hingga akhir tahun 2024,” tandas Syarif.
@maulana

Baca Berita Menarik Lainnya :