VISI.NEWS | BANDUNG – Mayoritas harga kripto jajaran teratas bergerak di zona merah pada perdagangan Kamis, (24/7/2025). Harga bitcoin dan Ethereum kompak memerah.
Dikutip berdasarkan data Coinmarketcap, Kamis, (24/7/2025), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) memerah. Harga Bitcoin turun 1,17% dalam 24 jam terakhir. Namun, selama sepekan harga bitcoin turun 0,14% selama sepekan terakhir. Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 118.684,92 atau Rp 1,93 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.288).
Harga Ethereum juga ikut merosot. Harga Ethereum (ETH) anjlok 3,13% dalam 24 jam terakhir. Akan tetapi, harga Ethereum bertambah 7,98%. Kini, harga Ethereum berada di posisi USD 3.632,08 atau Rp 59,13 juta.
Kripto selanjutnya XRP melemah hingga 10,09% dalam 24 jam terakhir. Namun, selama sepekan terakhir, harga XRP naik 5,25%. Kini, harga XRP berada di posisi USD 3,19.
Harga binance coin (BNB) susut 1,3% dalam 24 jam terakhir. Namun, selama sepekan terakhir, harga BNB naik 0,57%. Saat ini harga BNB berada di posisi USD 776,08.
Lalu harga Solana (SOL) terpangkas 7,34% ke posisi USD 189,67 dalam 24 jam terakhir. Akan tetapi, salaam sepekan terakhir, harga Solana melompat 9,25%.
Harga dogecoin (DOGE) terperosok 10,48% dalam 24 jam terakhir. Namun, selama sepekan terakhir, harga DOGE terbang 13,50%. Saat ini, harga dogecoin berada di posisi USD 0,2413.
Kooreksi juga terjadi untuk kripto lainnya seperti Tron (TRX). Harga Tron susut 1,93% dalam 24 jam terakhir. Harga Tron naik tipis 0,16% dalam 24 jam terakhir. Kini, harga Tron berada di posisi USD 0,3098.
Harga Cardano (ADA) merosot 9,36% dalam 24 jam terakhir. Harga Cardano bertambah 7,05%. Saat ini, harga Cardano berada di posisi USD 0,8177.
Harga kripto hari ini seperti stablecoin tether (USDT) naik tipis 0,01% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga tether berada di zona hijau. Saat ini, harga tether berada di posisi USD 1,00.
Harga USDC menguat tipis 0,01% dalam 24 jam terakhir. Demikian juga selama sepekan terakhir, harga USDC naik 0,03%. Saat ini harga USDC berada di posisi USD 1,00.
Kapitalisasi pasar kripto turun 2,48% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, kapitalisasi pasar kripto di posisi USD 3,87 triliun atau Rp 62.986 triliun (asumsi dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.275).
Dampak UU Stablecoin di AS untuk Pelaku Industri
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat, 18 Juli 2025 menandatangani undang-undang peraturan utama pertama di AS mengenai stablecoin.
Hal ini menandai tonggak sejarah bagi sektor kripto seiring upayanya untuk mendapatkan legitimasi dan adopsi yang lebih luas. UU baru ini secara resmi bernama Genius Act, menetapkan aturan federal untuk stablecoin, kripto yang dirancang untuk mempertahankan nilai tetap. Stablecoin biasanya dipatok terhadap dolar AS.
RUU itu disahkan oleh DPR AS dengan suara 308-122, dengan dukungan dari sebagian besar anggota Partai Republik dan hampir setengah dari anggota Partai Demokrat.
“Penandatanganan ini merupakan validasi besar atas kerja keras dan semangat kepeloporan Anda,” ujar Trump seperti dikutip dari Channel News Asia, Minggu (19/7/2025).
Kemenangan Pendukung Kripto
Berdasarkan undang-undang ini, stablecoin harus sepenuhnya didukung oleh aset likuid, termasuk dolar AS dan surat utang jangka pendek. Penerbit akan diwajibkan untuk mengungkapkan komposisi cadangan kepada publik setiap bulan.
UU ini dipandang sebagai kemenangan signifikan bagi pendukung kripto yang telah melobi kerangka regulasi yang jelas selama bertahun-tahun. Langkah ini bertujuan memberikan kepastian bagi sektor ini, mendorong inovasi dan menarik institusi serta pengguna arus utama.
Robert Kiyosaki: Ini Saat yang Tepat Mulai Beli Bitcoin, Tapi Jangan Serakah
Penulis buku keuangan populer Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali menyuarakan pandangannya soal Bitcoin. Melalui akun media sosial X (dulu Twitter), ia mengingatkan bahwa “gelembung akan segera pecah”, yang menurutnya justru menjadi peluang emas untuk membeli aset seperti emas, perak, dan Bitcoin.
Kiyosaki mengatakan jika harga Bitcoin dan aset safe haven lainnya turun akibat koreksi besar, itu adalah “kabar baik”. Alasannya sederhana: saat harga turun, ia bisa membeli lebih banyak. Hal ini ia sebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengakumulasi aset bernilai.
“Ketika gelembung pecah, kemungkinan besar emas, perak, dan Bitcoin juga akan ikut terkoreksi,” tulisnya dikutip dari cryptopotato, Rabu (23/7/2025).
“Dan itu kabar baik, karena saya akan beli lagi,” tambah dia.
Komentarnya muncul seminggu setelah ia memuji pencapaian Bitcoin yang sempat tembus di atas USD 120.000, yang menurutnya adalah kabar baik bagi mereka yang sudah memiliki BTC, tetapi sayangnya belum dinikmati oleh mereka yang belum mulai investasi. @desi