VISI.NEWS | PEKALONGAN – Memasuki hari kelima petugas masih melakukan pencarian korban bencana longsor di Desa Kasimpar, Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Minggu (26/1/2025).
Hingga saat ini, satu orang bernama M. Teguh Imanto masih belum ditemukan sejak longsor terjadi pada Selasa (21/1/2025).
Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono mengungkapkan, bahwa pencarian sempat mengalami kendala akibat cuaca buruk di lokasi.
“Sabtu terpaksa dihentikan lebih cepat,” kata Budiono, dikutip dari keteranganya, Minggu (26/1/2025).
Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur area pencarian, sehingga tim SAR gabungan harus menarik personel mereka untuk keselamatan.
“Personil SAR gabungan terpaksa kami tarik karena hujan deras dan kami hentikan untuk hari ini,” tambahnya.
Kondisi cuaca yang buruk ini dikhawatirkan dapat menyebabkan longsor susulan, yang berpotensi membahayakan tim yang sedang melakukan pencarian.
Budiono juga melaporkan, bahwa tim gabungan telah berhasil mengevakuasi dua korban dalam keadaan meninggal dunia.
“Korban tersebut ditemukan pada Jumat di sektor 3, namun proses evakuasi sempat terhambat akibat hujan deras. “Dengan ditemukannya dua korban tersebut, maka jumlah total korban yang berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia menjadi 25 orang,” ucapnya.
Budiono berharap cuaca akan membaik agar pencarian terhadap korban terakhir dapat segera dilakukan. “Semoga besok cuaca cerah dan korban terakhir bisa segera kami temukan,” ujarnya.
Tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian di lokasi longsor, meskipun kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri. @desi