Hari Pertama Operasi Yustisi di Kota Tasikmalaya, 135 Pelanggar Dikenai Sanksi Sosial dan Denda

Editor :
Polisi tengah membantu mengenakan masker kepada salah seorang warga yang masih abai terhadap protokol kesehatan./visi.news/ayi kuraesin

Silahkan bagikan

VISI.NEWS Sebanyak 135 pelanggar terjaring Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan yang dilaksanakan Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (15/9)

Para pelanggar yang terjaring tersebut diberi sanksi, ada sanksi sosial seperti disuruh menyapu sampah dan ada pula yang disuruh push up, dan dikenai denda.

Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Anom Karibianto mengatakan, operasi yang dilakukan oleh tim gabungan terdiri atas TNI, Polri, dan Satpol PP berlangsung sejak pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 14.00 WIB tersebut tersebar di 9 titik. Sebanyak 135 pelanggar berhasil terjaring dan diberi sanksi.

“Mereka ada yang disanksi denda, sanksi kerja sosial, seperti menyapu, menyanyi, push up, dan lainnya,” kata Anom Karibianto.

Menurut Anom, operasi yustisi bertujuan untuk pendisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan Inpres No 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Virus Covid 19.

Adapun dalam operasi hari pertama ini tersebar di 9 titik lokasi, yakni Dadaha Sport Centre, Jalan Dadah, Pasar Wetan Tasikmalaya, Pasar Cikurubuk, Pasar Pancasila, Jalan Tentara Pelajar, Jalan KH. Zaenal Mustofa, Jalan Nagarawangi, dan Jalan Padayungan.

“Dari lokasi tersebut terjaring 135 orang pelanggar, dengan 131 pelanggar diberi sanksi sosial dan 4 orang denda,” tuturnya.

Dikatakan Anom, pelaksanaan oeprasi yustisi ini tidak hanya dilaksanakan di wilayah Kota Tasikmalaya, namun dilaksanakan juga di Polsek jajaran Polresta Tasikmalaya, ungkapnya.

Sementara itu, di lokasi terpisah yakni wilayah Polsek Ciawi para pelanggar yang terjaring operasi yustisi wajib membacakan ikrar janji. Saat petugas menciduk warga yang tak mengenakan masker, langsung menghukum pelanggar membacakan sumpah janji tidak sekali-kali lagi tak memakai masker. Jika masih melanggar dan terjaring operasi kembali, mereka wajib bayar denda atau kerja sosial.

“Kami juga mencatat identitas pelanggar, seusai membacakan ikrar,” kata Kapolsek Ciawi Polresta Tasikmalaya, Kompol Dies Ratmono.

Menurut Dies, para pelanggar pun wajib bersuara lantang bak ikrar janji dalam sebuah upacara. Tak semua pelanggar ternyata mampu melaksanakannya karena boleh jadi terdorong rasa malu.

Menurut Dies, pihaknya sengaja memberikan sanksi dengan pembacaan ikrar untuk tidak mengulangi lagi pelanggaran tak mengenakan masker.

“Harapannya dengan membaca ikrar terbenam dalam hati untuk selalu patuh mengenakan masker. Kepada pelanggar pun diberi nasihat bahwa memakai masker untuk keselamatan diri sendiri,” tuturnya.

Dikatakan dia, hari pertama operasi yustisi penggunaan masker, cukup banyak warga yang tak memakai masker. Namun, menuju siang mulai tertib. Operasi digelar di sekitar Alun-alun Ciawi, ungkapnya.@arn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Satlantas Polresta Bandung Berikan Santunan kepada Korban Kecelakaan

Sel Sep 15 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Jajaran Satuan Lalu Lintas Polresta Bandung memberikan santunan kepada Rudi Suwandi (20), pedagang siomay yang menjadi korban kecelakaan di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kecelakaan ini sempat viral di media sosial dari rekaman CCTV. Akibat mengantuk, sopir minibus Toyota Calya menabrak penjual siomay dan mobil angkot di […]