Hari Santri Merupakan Penghargaan Dari Pemerintah Untuk Santri

Editor Anggota DPRD Jabar Ahmad Hidayat./visi.news/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Fraksi Golkar Ahmad Hidayat, menyebutkan
bahwa momen Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober merupakan penghargaan yang
luar biasa dari pemerintah Indonesia kepada para santri atas jasanya dalam sejarah kemerdekaan.

Menurut Ahmad, hari santri merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah untuk kalangan santri,
dan hal ini baru kemudian dirasa sepanjang kepempimpinan Presiden Jokowi.

Baru bisa seperti ini memang berkat kepemimpinan bapak Presiden Jokowi (Joko Widodo) sekarang
mengakui peran dari santri dalam hal kaitannya dengan kemerdekaan bangsa Indonesia,” sebutnya.

Dalam konteks kekinian, lanjut Ahmad, para santri tidak lagi harus berperang angkat senjata dalam
mempertahankan tanah airnya, lebih dari itu, para santri kini dihadapkan dengan perang ideologi dan
perpecahan yang kian hari dapat mengancam keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Dalam satu maqolah ulama itu, didahulukan tholabul Ilmi, itu merupakan satu wujud bentuk jihad
karena Islam itu bisa berjalan, bisa menjadi sukses ya lewat ilmu, islam itu akan jaya selagi syariatnya
dijalankan,” ujarnya.

Ahmad mengungkapkan, ketika nanti sudah tidak ada lagi yang belajar ilmu syariat, maka secara pasti
Islam itu akan hilang dengan sendirinya, terlebih Indonesia akan memasuki tahun politik, dimana semua
pihak perlu bersiap akan potensi munculnya politik identitas yang memecah belah.

“Karena itu, berharap agar para santri mampu ikut berperan di dalam dengan membawa dan
menularkan nilainilai akhlakul karimah, karena negara kita adalah negara demokrasi mau tidak mau
santri juga harus berperan,” ungkapnya.

Sesuai yang dikatakan Mbah Moen (alm KH Maimun Zubair), Indonesia itu masih butuh pasangan antara
nasionalisreligius atau religius nasionalis, karena keanekaragaman dan kebhinekaan yang ada di negara
Indonesia.

Baca Juga :  Update Corona 30 Juni: 56.385 Positif, 24.806 Sembuh, 2.876 Meninggal

“Hal ini harus terakumulasi dengan baik dan jangan sampai menimbulkan kubukubu perbedaan yang
hanya akan merenggangkan persatuan bangsa yang sungguh tak ternilai, jangan sampai agama justru
dijadikan sebagai alasan untuk mengkotakkotak seluruh kehidupan yang ada di negara kita ini,”
pungkasnya. @eko

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sinyal Kang Emil Gabung Ke Partai Golkar Kuat, Haji Kusnadi : Tunggu Akhir Tahun

Rab Okt 5 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS |BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil atau Kang Emil, bakal mengumumkan partai politik (Parpol) pilihannya pada akhir tahun 2022. Menanggapi hal tersebut, Anggota Fraksi Golkar DPRD Jabar, Haji Kusnadi mengisyaratkan sinyal Kang Emil diduga akan berlabuh ke Partai Golkar saat ini makin menguat. “Sinyal kuat Kang […]