HASIL LIGA 1 | Dewa Benar-benar Jadi ‘Dewa Penyelamat’ Kekalahan PSIS Semarang dari Bhayangkara FC

Editor Logo BRI Liga 1./dok./net.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BALI – Hasil pertandingan lanjutan kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 pekan ke-30, Sabtu 12 Maret 2022 kemarin, hanya menghasilkan 2 gol skor imbang.

Adapun dua tim yang saling berhadapan adalah PSIS Semarang kontra Bhayangkara FC di Stadion I Gusti Ngurah Rai pada pukul 20.30 WIB malam.

Hasilnya tercipta 2 gol, masing-masing 1 gol untuk Bhayangkara dan 1 gol lagi milik PSIS Semarang. Gol Bhayangkara dicetak oleh pemain gaek Herman Dzumafo lewat tendangan penalti di menit 9.

Adapun gol PSIS Semarang sungguh dramatis. Betapa tidak, hingga 90 menit waktu normal kedudukan masih tetap 1-0 untuk keunggulan The Guardian –julukan Bhayangkara FC– sampai akhirnya datang sang ‘dewa penolong’ di menit 90.

Ya, pemain nasional Alfeandra Dewangga –akrab disawa Dewa– benar-benar jadi dewa penolong bagi timnya, “Laskar Mahesa Jenar” –jullukan PSIS Semarang– yang berhasil melasakkan gol ke gawang Bhayangkara sehingga PSIS selamat dari kekalahan dengan skor akhiir 1-1. Hasil yang patut disyukuri karena bagaimanapun membuahkan poin meski hanya 1 poin.

Dengan hasil ini posisi PSIS Semarang terkatrol 1 peringkat menjadi peringkat 7 dari semula di peringkat 8 dengan 39 poin hasil dari 30 laga. Sementara Bhayangkara FC masih tetap di peringkat 3 klasemen sementara dengan tambahan raihan 1 poin menjadi 59 dari semula 58 dari 30 laga yang telah dilakoninya.

Selanjutnya PSIS Semarang ditantang PSS Sleman pada pekan ke-31, Rabu (16/3/2022) mendatang. Sedangkan Bhayangkara FC di pekan dan hari yang sama akan berhadapan dengan Persipura Jayapura. @fen

Baca Juga :  HIKMAH: Tanda Amal Ibadah Diterima Allah SWT

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

REFLEKSI | Ikhlas, Tanpa Pamrih

Ming Mar 13 , 2022
Silahkan bagikanOleh Bambang Melga Suprayogi DIEMBEL-embeli pahala, atau balasan yang menguntungkan, kita selalu baru mau melakukan kebaikan. Kebaikan yang kita lakukan, apa harus dengan pamrih? Jika tanpa itu…apa kita masih mau mengerjakannya ? Ayolah…jangan seperti anak kecil kita ini. Sehingga apa-apa, harus selalu terlebih dahulu,   di beri permen, itu kemauan […]