VISI.NEWS – Rasa kagum dan bangga tak bisa disembunyikan dari raut wajah Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, saat berkunjung ke Kampung Limushideung, Desa Mekarsari/Cibunar, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pasalnya, Helmi menyaksikan langsung perkampungan nan jauh dari pusat kota kabupaten, sudah memiliki jaringan internet mandiri.
“Sejak awal saya memang sudah mendapat informasi bahwa Kampung Limushideung memiliki jaringan internet secara mandiri. Dan tak nyangka ternyata program ini bisa sehebat ini,” komentar Helmi saat memghadiri kegiatan Launching Kampung Teknologi di Kampung Limushideung, Sabtu (18/7) malam.
Diakui Helmi, yang membuat rasa takjubnya adalah hasil inovasi asli warga kampung yang dimotori oleh seorang tokoh masyarakat bernama Budi Hermawan.
“Inovasi seperti itu belum tentu dimiliki warga kota, meskipun jangkauan teknologinya lebih dekat dan mudah,” tutur Helmi.
Bahkan saking kagum dan bangganya, Helmi mengatakan, dirinya seolah melihat permainan sulap teknologi. Apalagi jaringan wifi bisa dimanfaatkan oleh semua warga.
“Masyarakat bisa berlangganan dengan harga murah, yaitu Rp. 33.000/bulan,” kata Helmi.
Helmi menilai, teknologi yang dikembangkan Budi Hermawan sangat membantu masyarakat di Kampung Limushideung. Apalagi musim pandemi Covid-19, khusunya bagi para pelajar kegiatannya dilakukan secara online.
“Harus kita akui sistem pembelajaran yang dilaksanakan secara online selama ini, masih menemui kendala. Di antaranya orang tua tak punya akses jaringan internet,” ujarnya.
Diakui Helmi, atas nama Pemkab Garut dirinya sangat mengapresiasi inovasi internet hasil seorang warga Kampung Limushideung. Helmi pun berjanji, Pemkab Garut akan membantu mengurus perizinan internet servis provider (ISP)-nya.
Saat itu juga Helmi langsung meminta Kepala Diskominfo Garut yang juga hadir, agar membantu pengurusan ISP dengan tujuan internet yang ada di Cilimushideung legal.
“Pokoknya ini sangat luar biasa dan saya sangat mengapresiasi ” kata Helmi.
Sementara itu Pencetus ide jaringan internet Mandiri di Kampung Limushideung, Budi Hermawan menyebutkan, jaringan internet mandiri ini bisa menjangkau jarak 15 kilometer. Namum untuk saat ini, yang sudah terpasang baru sepanjang 5 kilometer.
“Insyaallah akhir bulan ini seluruh jaringan bisa terpenuhi sesuai target, yakni 15 kilometer,” ucap Budi.
Dengan demikian, tambahnya, jaringan internet mandiri, tidak hanya bisa dinikmati warga Kampung Limushideung, tetapi kampung lainnya pun bisa menikmatinya
“Artinya warga yang berada di desa lain dalam satu Kecamatan Cibatu pun bisa mengaksesnya,” katanya lagi.
Budi mengungkapkan, Kampung Limushideung posisinya berada di antara dua desa, yakni Desa Cibunar dan Mekarsari. Harapannya, program yang diluncurkan akan membawa manfaat bagi warga.
“Terutama wilayah yang mengalami keterbatasan jaringan internet,” tandasnya.@akr