Hendak Disembelih, Sapi Kurban ‘Ngamuk’ dan Kabur Meneror Warga

Sejumlah warga berusaha menjinakkan seekor sapi yang kabur dan ngamuk sesaat akan disembelih./visi.news/ayi kuraesin
Jangan Lupa Bagikan

– “Beberapa warga mengalami luka ringan karena terjatuh saat berlari menghindari amukan sapi.”

VISI.NEWS – Seekor sapi kurban di Kampung Cintarasa RW 1, Kelurahan kahuripan, Kecamatan Tawang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mendadak ngamuk saat akan disembelih, Sabtu (1/8) pagi.

Sapi itu meronta-ronta hingga terlepas lalu kabur. Keruan saja kejadian itu membuat panitia kurban dan warga yang berada di sekitar lokasi panik dan ketakutan. Para ibu berteriak sambil berupaya menyelamatkan diri.

Beberapa orang warga nyaris menjadi sasaran amukan sapi tersebut. Bahkan, seorang ibu hampir kena seruduk kalau saja tak keburu diselamatkan warga lainnya.

Suasana makin kacau balau, semua orang yang berada di lokasi hingga sepanjang jalan itu tampak panik dan ketakutan. Apalagi, sapi itu tak ubahnya banteng bayangan, menyeruduk dan menerjang apa saja yang ada di depannya. Sementara warga yang berani berupaya mengejar untuk menjinakannya.

“Sapi terus ngamuk berlari menyusuri gang, ke jalan raya hingga akhirnya masuk ke kampus SMA Muhamadiyah,” kata Harniwan, panitia kurban sekaligus Ketua RW 1 Cintarasa.

Pihaknya mengaku panik, ketika sapi yang memiliki bobot besar itu ngamuk, membontang-banting apa saja yang berada di dekatnya.

“Beberapa warga mengalami luka ringan karena terjatuh saat berlari menghindari amukan sapi,” tuturnya.

Disebutkan, sapi itu tidak hanya mengamuk di lokasi penyembelihan, namun kabur menyusuri beberapa gang serta ke jalan raya. Kondisi semakin membuat panik warga yang khawatir menjadi sasaran.

“Sapi berlari di Jalan Rumah Sakit, hingga akhirnya masuk ke kampus SMA Muhamadiyah. Warga beramai-ramai menangkap hingga berhasil menaklukkannya,” kata Harniwan.

Setelah berhasil ditangkap, panitia memutuskan untuk melakukan penyembelihan di lokasi SMA Muhamdiyah. Hal ini karena panitia tidak mau ambil resiko, khawatir sapi tersebut ngamuk kembali.

“Kami memutuskan untuk menyembelih di SMA Muhammadiyah karena kondisi sapi stres dan khawatir mengamuk kembali,” ujarnya.

Dijelaskan Harniwan, pada Iduladha ini di RW-nya memotongan hewan kurban sebanyak 5 ekor sapi. Kegiatan pemotongan dilakukan di lapangan bulu tangkis wilayah RW 1.

Namun, karena satu ekor sapi mengamuk dan kabur, akhirnya proses penyembelihan di lokasi RW 1 sebanyak 4 ekor dan 1 ekor lagi disembelih di SMA Muhamdiyah.

“Mudah-mudahan ini jadi pembelajaran bagi panitia dan tidak terjadi lagi. Mohon maaf juga bagi warga yang merasa terganggu atas kejadian tersebut,” ungkapnya. @akr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PPDB Smater SMAN 10 Kota Tasikmalaya hingga Agustus 2020

Sab Agu 1 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Kota Tasikmalaya, Dr. H. Yonandi, S.D., M.T., mengatakan, selepas PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) masih menerima siswa baru khusus program SMA Terbuka (Smater) bahkan diberi seragam (batik). “Tahun ini ditargetkan jumlah rombel (rombongan belajar) baik reguler atau Smater (SMA […]