VISI.NEWS | BANDUNG – Umat Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Adha, sebuah hari besar keagamaan yang memperingati kesediaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya, Ismail, seperti yang diceritakan dalam Al-Quran. Namun, di Jalur Gaza, warga Palestina merayakan Idul Adha dengan kesedihan dan kesulitan yang mendalam.
Mengutip koresponden kantor berita Palestina, WAFA, ratusan warga Gaza terpaksa melakukan salat Idul Adha di tengah suasana yang suram. Bahkan, hewan kurban pun dilarang masuk ke wilayah Gaza oleh pasukan pendudukan Israel. Pelanggaran ini dianggap jelas terhadap hak asasi manusia dan nilai-nilai Islam.
Salah seorang jemaah salat Id di Khan Younis, Mahmoud Abdel Jawad, mengatakan bahwa tidak ada hewan kurban atau perayaan Idul Adha di Gaza. Mereka mengurbankan diri sendiri, mengurbankan raga mereka, meskipun tidak ada perayaan yang layak di tengah puing-puing bangunan yang hancur akibat konflik.
Pada hari raya ini, warga Palestina di Khan Younis juga terpaksa melaksanakan ibadah salat Idul Adha di sekitar reruntuhan bangunan yang tidak lagi layak sebagai tempat ibadah. Khatib saat khutbah Idul Adha mengimbau jemaahnya untuk bersilaturahmi dengan keluarga para martir yang terluka dan keluarga korban yang disandera oleh Israel. Semangat Idul Adha menjadi inspirasi bagi mereka untuk tetap teguh dalam ketaatan kepada Allah SWT dan berusaha menebar kebaikan di lingkungan sekitar.
@maulana