VISI.NEWS | SUKABUMI – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menyatakan hewan yang menyerang domba milik warga Desa Cikarae Toyyibah, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, merupakan macan yang datang dari hutan.
Macan itu menyerang kemudian menerkam domba yang ada di dalam kandang. Beberapa domba juga hilang dimangsa satwa itu.
“Kesimpulannya bahwa memang ada macan yang turun,” kata Kepala Resort Konservasi Wilayah VII Sukabumi BBKSDA Jabar Isep Mukti Miharja, Senin (6/8/2024).
Isep mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Menurut dia, TNGHS menyampaikan bahwa lokasi kejadian diperkirakan mendekati kawasan hutan Perum Perhutani, sehingga BBKSDA pun berkoordinasi dengan Perhutani.
Selanjutnya, tim dari TNGHS mendatangi lokasi dan memeriksa tanda serta jejak di sekitar tempat kejadian untuk memastikan hewan apa, sebab selain macan bisa saja ajag.
Lebih lanjut, Isep menuturkan dari hasil identifikasi macan yang turun sebanyak 2 ekor terdiri dari induk dan anaknya. “Disimpulkan bahwa dua ekor yang turun dan diperkirakan menurut ahlinya adalah satu induk dan satu anak,” katanya.
10 Domba Terluka, 3 Hilang
Serangan macan terhadap domba milik warga itu terjadi di Kampung Leuweung Datar, Sabtu (3/8/2024) dini hari. Di kampung tersebut, 8 ekor domba ditemukan dalam kondisi terluka di bagian leher dan 2 ekor domba hilang.
Peristiwa serupa terjadi di Kampung Pasir Pangli, pada Senin (6/8/2024) pagi, pemilik ternak mendapati 2 ekor domba terluka dan 1 ekor domba hilang. Sehingga totalnya 13 domba menjadi korban macan.
@andri