HIDAYAH: Kisah Mualaf Pria Tionghoa di Balik Amukan Tsunami Aceh

Editor Cheng, pria Tionghoa, memutuskan menjadi mualaf setelah selamat dari tsunami Aceh pada tahun 2004./ serambinews.com/ via 99.co/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kisah mualaf datang dari pria Tionghoa bernama Cheng. Ia tergugah setelah melihat malaikat menjaga masjid saat tsunami terjadi di Aceh.

Setiap orang pasti punya perjalanan spiritual masing-masing dalam memeluk agama. Seperti pengalaman spiritual yang dialami Cheng, seorang pria Tionghoa yang lama menetap di Aceh.

Pria yang kini bernama Muhammad Cheng memutuskan untuk menjadi mualaf setelah selamat dari tsunami Aceh pada tahun 2004.
Mau tahu bagaimana kisah perjalanan spiritual Cheng hingga memeluk Islam?

Langsung saja simak ulasannya berikut ini yang dilansir 99.co dari laman serambinews.com.

Meskipun Cheng dan keluarga termasuk ke dalam bangsa minoritas di Aceh, tapi mereka tinggal dan hidup berdampingan dengan warga lainnya. Selama tiga generasi ia tinggal di wilayah paling Islami di ujung barat Indonesia untuk berdagang.

“Kami datang ke bagian yang paling Islami di Asia Tenggara ini untuk berdagang, termasuk nenek moyang dan mereka tetap tinggal karena telah menemukan lingkungan yang kondusif,” cerita Cheng dari kanal YouTube La Tahzan.

Setiap harinya, Cheng akan membuka toko dan memberikan persembahan kepada altar nenek moyang. Tak hanya itu, pada siang hari ia akan mengulangi hal yang sama untuk menawarkan dupa.

Toko Cheng sendiri berada dekat dengan Masjid Agung atau Masjid Raya Baiturahman yang ada di Kota Bandaaceh.

“Saya selalu mendengar panggilan azan dan saya baru saja akan membuka toko di dekat Masjid Agung Bandaaceh pada tanggal 26 Desember 2004,” katanya dalam sebuah video.

Melihat Peristiwa Tsunami Aceh 2004

Di hari tsunami terjadi, Cheng mengatakan semua tampak seperti biasa. Namun, ada hal yang membuat Cheng merasa aneh. Burung-burung tidak berkicau dan kucing yang biasa menunggu Cheng membuka toko tidak terlihat.

Baca Juga :  Tim SAR Masih Cari Empat Orang yang Diduga Tertimbun Longsor di Sumedang

Awalnya, Cheng memang tidak terlalu memperhatikan kejanggalan di pagi itu. Namun, tiba-tiba ia mendengar suara gemuruh yang sangat kuat dan kencang.

Cheng melihat orang-orang keluar dari toko mereka kemudian kembali masuk ke dalam.
Selang beberapa saat, Cheng mengatakan bahwa orang-orang kembali berlarian dan berteriak.

Dia pun segera mengambil kemenyan dan meminta bantuan pada leluhur. Namun, air yang datang justru semakin banyak dan membuatnya semakin takut.

“Orang-orang histeris dan berlari menuju masjid sambil berteriak. Dan kemudian saya melihat air mengalir lebih banyak mengalir di jalan dan menuju masjid. Saya menjadi takut dan berlari ke atas,” kata Cheng.

Saat menyaksikan tsunami Aceh pada 2004 silam, Cheng mengatakan bahwa ia melihat pria berpakaian putih yang mengangkat Masjid Agung agar tidak hancur terkena hantaman air.

Melihat Sosok Misterius

Cheng menyaksikan dahsyatnya tsunami Aceh tahun 2004 secara langsung dari atas balkon tokonya. Namun, ada hal yang tidak akan pernah Cheng lupakan. Dia mengatakan melihat pria jangkung berpakaian putih mengangkat Masjid Agung seakan menjaga agar masjid tak hancur dihantam kerasnya air.

“Tiba-tiba saya melihat sesuatu yang sangat aneh. Ada pria jangkung mengenakan pakaian putih. Mereka membuat gerakan seperti polisi mengarahkan lalu lintas. Mereka berdiri di berbagai tempat di depan Masjid Agung dan air mengikuti arahan mereka,” katanya.

Cheng kemudian mengatakan bahwa ada lebih banyak pria berpakaian putih yang muncul. Pria itu mengangkat masjid tepat di atas tanah dan air menyembur di bawahnya.

Setelah tsunami berakhir, Cheng tidak bisa melupakan hal yang dia lihat. Dia kemudian disarankan untuk bertemu imam Masjid Agung dan menceritakan apa yang terjadi padanya.

Baca Juga :  Covid-19 Terkendali, Kota Bandung Kaji Terapkan New Normal

Cheng berjalan ke arah masjid dengan perasaan ragu, dia kemudian bertemu dengan sang imam dan menceritakan apa yang ia lihat saat tsunami terjadi.

Sang Imam menjelaskan pada Cheng apa yang dirinya lihat itu adalah malaikat yang mengikuti perintah Allah ingin agar masjid tidak akan hancur oleh tsunami.

Mendengar hal ini, Cheng pun memutuskan untuk pergi meninggalkan imam tanpa menjawab pertanyaannya. Namun, hal itu justru membuatnya kebingungan dan meninggalkan banyak pertanyaan.

“Bagaimana saya, seorang Tionghoa, bisa menjadi muslim? Sebagai orang Tionghoa, kami memiliki tradisi, ritual, dan kepercayaan kami sendiri,” paparnya.

Meski mengambil keputusan yang sulit, Cheng akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang mualaf dan mengganti namanya menjadi Muhammad Cheng.

Sebelum memutuskan untuk menjadi seorang mualaf pada tahun 2005, Cheng berdiam diri selama berhari-hari dan menutup tokonya. Dia juga terus-menerus melihat adegan saat tsunami secara berulang-ulang saat para malaikat mengangkat masjid dan melakukan pekerjaannya.

Melihat Cheng tidak membuka tokonya secara berhari-hari, imam masjid pun datang mengunjunginya. Cheng mengatakan pada sang imam bahwa Tuhan memang memberinya tanda besar dan tidak seharusnya ia melupakan hal itu.

Lalu sang Imam mengatakan bahwa Cheng benar. Tuhan memberinya tanda, bahkan pertanda besar. Kemudian sang imam memberitahukan bahwa Cheng harus menghapalkan dua kalimat syahadat.

Imam pun menunjukkan kalimat itu dan menuliskannya di sebuah kertas. Setelah melafalkan kalimat syahadat, Cheng merasa seperti cahaya terang memenuhi tokonya.

Sejak menjadi seorang muslim, imam selalu datang setiap hari untuk mengajari Cheng tentang Islam termasuk menunjukkan bagaimana cara berdoa dan membaca Al Quran.

“Imam datang setiap hari untuk mengajari saya tentang Islam. Dia menunjukkan kepada saya bagaimana berdoa dan cara membaca Quran. Dan juga ikut salat di Masjid Agung. Itu adalah salah satu hal terindah dalam hidup saya. Alhamdulillah,” ungkap Cheng. @fen

Baca Juga :  Kunjungan Kades ke DPRD Murni Masalah Internal Desa

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

TAUSIAH: Hati-hati Ujub dengan Ilmu

Sel Agu 24 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengabarkan bahwa akan muncul satu kaum yang mereka mempelajari dan mengajarkan Al Quran, bahkan mereka menghafalkan Al Quran. Tapi rupanya mereka terkena penyakit yang sangat bahaya, yaitu penyakit ujub, sombong, berbangga diri dengan ilmu. “Jangan sampai kita merasa sombong dengan banyaknya ilmu, […]