HIDAYAH: Mualaf Islandia, dari Ateis Temukan Kedamaian dalam Islam (3/Habis)

Editor :
Audur Linda Sonjudottir bersyahadat dan telah masuk Islam./dok pribadi/via republika.co.id/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – “Saya tidak pernah mengakui atau mengatakan kepada siapa pun bahwa ingin menjadi seorang muslim. Bahkan, tidak pula kepada diri saya sendiri. Namun, sering saya bercanda dengan mengatakan ”alhamdulliah” (kutipan utuh dari republika.co.id, red.)

“Mungkin, saya waktu itu sebenarnya sudah merasa memeluk Islam, tetapi belum sampai mengakuinya,” katanya.

Allah SWT memberikan petunjuk kepada siapa pun yang dikehendaki- Nya. Itulah yang juga dirasakan Linda. Perempuan Islandia itu tidak pernah menyangka, dirinya yang teguh berpaham ateis justru tertarik mengenal Islam lebih dekat.

Sebagai orang ateis, ia saat itu tidak mempedulikan adanya kehidupan setelah kematian. Surga dan neraka baginya hanyalah fiksi. Agama hanyalah karangan manusia agar berpaling dari dunia nyata.

“Waktu itu saya memandang, semua agama adalah kebohongan yang dibuat-buat oleh manusia,” ucapnya mengenang.

Dakwah Gus Miftah kepadanya ternyata menimbulkan kesan. Hati dan pikirannya mulai terbuka untuk mempertanyakan kembali keyakinannya selama ini.

Bagaimana mungkin ia yang tadinya tiada menjadi ada? Alam semesta yang luas ini tidak mungkin ada tanpa Sang Pencipta.

Cukup lama ia merenung. Akhirnya, pada pekan pertama November (2020, red.) lalu dirinya memutuskan untuk masuk Islam. Hatinya sudah mantap meyakini kebenaran agama ini.

Bersama kawannya, ia kemudian menemui Gus Miftah dan memintanya untuk membimbing pada Islam.

“Saya menemukan petunjuk Allah di dalam hati saya, dan Gus Miftah membantu saya menghidupkannya. Saya bersyahadat pada 17 November 2020, tepat di belakang pang gung stasiun televisi swasta yang mengundang beliau,” ucapnya.

Sejak menjadi muslimah, Linda memiliki nama baru, yakni Aisyah.Nama itu terinspirasi dari Aisyah binti Abu Bakar yang juga salah seorang ummahatul mu`mininatau istri Rasulullah saw. Ia mengatakan, sosok yang berjulukan al-Humaira itu terkenal cerdas dan juga jelita.

Linda bukanlah satu-satunya yang menjadi mualaf di keluarganya. Saudara perempuannya, Dyka, juga kini memeluk Islam. Mereka saling mendukung untuk terus belajar dan rutin beribadah.

Linda mengaku hatinya lebih tenang sejak menjadi muslimah. Ia bahkan memutuskan untuk berhijab. Sejauh ini, dirinya terus berupaya fasih dalam membaca Alquran.

Satu hal yang juga dinantikannya ialah bulan suci Ramadan. Sebab, kawan- kawannya mengatakan, momen sebulan penuh itu memiliki banyak keberkahan. @fen/sumber: republika.co.id

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

TAUSIAH: Malas Beribadah dan Tips Melawannya (2/Habis)

Rab Feb 24 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – “Dan berkumpullah dengan orang-orang saleh dan salehah,” ungkap istri Buya Yahya dari Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon ini. Berikut tipsnya: 1. Berdoa dan memohon kepada Allah agar istikamah dalam kebaikan. Sesungguhnya hati manusia berada di antara jari jemari Allah Taala. Dialah yang kuasa mengarahkannya sesuai dengan kehendak-Nya. […]