HIDAYAH: Sumayyah Meehan Temukan Solusi Kedisiplinan dalam Islam (1)

Editor :
Mualaf Sumayyah Meehan menguatkan keimanan dengan berislam./dok istimewa/via republika.co.id

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Meski sudah menyatakan Islam selama 25 tahun lalu, Sumayyah Meehan tak segan berbagi kisah awal mula perkenalannya dengan Islam.

“Perjalanan menemukan Islam dimulai ketika masih menjadi mahasiswa berusia 19 tahun yang duduk di kamar asrama merenungkan dunia yang berbeda,” kata perempuan yang kini menekuni jurnalistik kepada aboutislam.net.

Meehan ketika itu menimba ilmu hukum di Universitas Waynesburg, Pensylvania. Masa muda dilaluinya dengan berbagai kebersamaan, tak terkecuali di tempat hiburan. Pada suatu malam dia berkumpul bersama teman-temannya.

Ketika itu dia menyaksikan teman-temannya mabuk dan kehilangan kesadaran. Bahkan sebagian dari mereka bertengkar. Baru kali ini dia menyaksikan langsung dampak buruk mengonsumsi alkohol. Sejak itu dia menyadari minuman alkohol harus dihindari.

Semakin bertambah usia, Meehan semakin menyadari pentingnya menjaga keimanan. Ini adalah sesuatu yang tak pernah sungguh-sungguh dikerjakannya ketika berada di rumah.

Namun kini, di tanah perantauan, dia merasa kebutuhan ini harus dipenuhi. “Saya merasakan panggilan Tuhan sebagai alat keselamatan dari dosa,” jelasnya.

Dalam usaha tersebut dia mengunjungi beberapa gereja di dekat kampus. Setiap kali merasa tidak puas dengan khotbah, dia mulai berhenti untuk hadir.

Namun dia harus merasakan keresahan batin yang tak terhitung jumlahnya. Hingga suatu saat dia mulai mendengar tentang Islam. Meehan mulai mencari tahu seluk beluk agama tersebut dari berbagai literatur.
Dengan mengucap syahadat, maka seseorang mengimani segala ketentuan dalam Islam.

Secara otomatis dia menjadi Muslim. Dari sinilah perjalanan bersama Islam benar-benar dimulai. Mereka tidak bisa begitu saja menyatakan diri sebagai Muslim tanpa menjalankan agama. Apalagi jika tidak menjalankan ibadah yang ditentukan. (bersambung)/@fen/sumber: republika.co.id

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

USWAH: Rasulullah yang tak Pernah Tinggalkan Pasukan Saat Perang

Jum Okt 9 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Banyak kisah tentang raja-raja ataupun pemimpin perang yang memilih kabur ketika pasukannya terpojok oleh musuh di medan pertempuran. Hal itu tidak berlaku bagi Rasulullah. Meski pasukan Muslim telah terpojok dan hampir kalah, Rasulullah tidak pernah meninggalkan mereka. Rasulullah justru menunjukan bagaimana seorang jendral perang bersikap, bagaimana seorang […]