Search
Close this search box.

Hidup Sebagai Minoritas Muslim di Jerman (3)

Ilustrasi./deutsche welle/ist.

Bagikan :

Oleh Dina Novian

VISI.NEWS – Selain ingin berkenalan dengan orang lain, saya juga bisa memperlancar kemampuan berbahasa Jerman. Pertama kali datang ke sana, saya agak canggung untuk masuk karena hanya saya yang berjilbab, tetapi mereka menyambut saya dengan ramah.

Salah seorang dari mereka bahkan berdiri untuk menghampiri saya dan mengajak saya untuk duduk. Dia memintaku untuk memperkenalkan diri dan tentu saja dalam bahasa Jerman.

Saya hanya memperkenalkan nama, asal, dan apa yang saya lakukan di Jerman. Mereka sangat tertarik karena saya adalah orang Indonesia pertama yang mereka lihat dan kenal.

Setelah memperkenalkan diri, saya hanya diam karena saya tidak mengerti mereka membahas apa. Bahkan saya tidak bisa menangkap sepatah kata pun ucapan mereka.

Terlalu cepat untukku.

Hal tersebut berlangsung hingga beberapa pertemuan. Saat ini saya cukup bisa mengerti apa yang mereka katakan.

Ketika ada yang berbicara, saya akan menyimak dengan baik dan menangkap beberapa poin yang dikatakannya serta merangkai maksudnya dalam kepala.

Mereka menerima saya dengan sangat baik. Mereka tidak melihat asal saya dari mana, bagaimana penampilan saya dan apa agama saya.

Mereka juga menghargai ketika saya menolak bersalaman dengan lawan jenis tanpa bertanya sebabnya. Berbincang dengan mereka membuat kemampuan berbahasa saya meningkat.

Saya tidak pernah melewatkan satu pertemuan pun dengan mereka. Hal yang kami bicarakan bukan hanya hal-hal ringan seperti kegiatan sehari-hari dan hobi, tetapi juga berdiskusi tentang hal yang cukup berat.

Misalnya kami pernah membahas tentang isu perempuan yang bekerja, alasan perempuan bekerja, bahkan tentang Islam dan konflik yang terjadi di negara-negara Islam.

Mereka banyak bertanya kepada saya dan teman saya. Mereka bertanya kepada saya kenapa wanita muslim itu berjilbab dan kenapa ada anak TK yang sudah berjilbab.

Baca Juga :  Bupati Bandung Soroti Sungai Dangkal dan Saluran Tertutup Picu Banjir

Apakah itu juga wajib bagi mereka. Sebagian dari mereka berpikir bahwa jilbab itu wajib bagi wanita yang sudah menikah.

Lalu saya menjelaskan sebisa saya karena kemampuan bahasa yang masih terbatas. (bersambung) @fen/deutsche welle

Baca Berita Menarik Lainnya :