HIKMAH: Berita Kelahiran Rasulullah Saw dalam Alquran

Editor Ilustrasi kelahiran Nabi Muhammad saw./istimewa/via inews.id.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Bulan Rabiulawal (bulan ketiga tahun Hijriah) merupakan salah satu bulan teristimewa bagi umat Islam. Sebab, di bulan itu lahir manusia agung pembawa risalah kebenaran yakni Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassallam (saw).

Melansir iNews.id, berita akan kelahiran Nabi Muhammad saw. sudah diungkapkan para nabi sebelumnya termasuk Nabi Isa a.s. kepada kaumnya. Hal itu termaktub dalam Alquran.

{وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ}

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” (Ash-Shaff: 6)

Nabi Isa a.s. adalah penutup nabi-nabi Bani Israil. Dia berada di tengah-tengah kaum Bani Israil menyampaikan berita gembira akan kedatangan Muhammad, yaitu Ahmad sebagai penutup para nabi dan para rasul. Tiada rasul dan nabi lagi sesudahnya.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ سُوَيد الْكَلْبِيِّ، عَنْ عَبْدِ الْأَعْلَى بْنِ هِلَالٍ السُّلَمِيِّ، عَنِ العِرْباض بْنِ سَارِيَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنِّي عِنْدَ اللَّهِ لَخَاتَمُ النَّبِيِّينَ، وَإِنَّ آدَمَ لمنجَدلٌ فِي طِينَتِهِ، وَسَأُنْبِئُكُمْ بِأَوَّلِ ذَلِكَ دَعْوة أَبِي إِبْرَاهِيمَ، وَبِشَارَةُ عِيسَى بِي، وَرُؤْيَا أُمِّي الَّتِي رَأَتْ، وَكَذَلِكَ أُمَّهَاتُ النَّبِيِّينَ يَرَين”

“Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Mahdi, telah menceritakan kepada kami Muawiyah ibnu Saleh, dari Said ibnu Suwaid Al-Kalbi, dari Abdul Ala ibnu Hilal As-Sulami, dari Al-Irbad ibnu Sariyah yang mengatakan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: Sesungguhnya aku di sisi Allah (telah tercatat) benar-benar sebagai penutup para nabi dan sesungguhnya Adam masih benar-benar berupa tanah liatnya (saat itu). Dan aku akan menceritakan kepada kalian permulaan dari hal tersebut yaitu doa ayahku Ibrahim, berita gembira Isa mengenai kedatanganku, dan mimpi yang dilihat oleh ibuku, dan hal yang sama dialami pula oleh para ibu nabi-nabi lain”.

Baca Juga :  Jawa Barat Alami Peningkatan Kasus Covid-19 Empat Pekan Terakhir

Imam Ahmad mengatakan pula, “Telah menceritakan kepada kami Abun Nadr, telah menceritakan kepada kami Al-Farj ibnu Fudalah, telah menceritakan kepada kami Luqman ibnu Amir yang mengatakan bahwa aku mendengar Abu Umamah mengatakan bahwa ia pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimanakah mula-mulanya perkaramu?’ Nabi saw. menjawab: Doa ayahku Ibrahim, berita gembira Isa, dan ibuku melihat dalam mimpinya bahwa keluar dari tubuhnya cahaya yang menerangi gedung-gedung negeri Syam’.”

Rahmat Alam Semesta

Kelahiran Rasulullah saw. merupakan rahmat dan karunia terbesar bagi manusia. Karena itu, sudah sepantasnya manusia bersyukur dan bersuka cita dengan selalu berselawat kepadanya.

Allah SWT berfirman:

وَمَا أرْسَلـْنَاكَ إلَّا رَحْمَةً لِلعَالَمِـيْنَ

“Dan Kami tidak mengutusmu kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta”. (QSAl-Anbiya:107)

Ibnu Katsir menjelaskan dalam kitabnya Tafsir Ibnu Katsir bahwa melalui ayat tersebut Allah SWT memberitahukan bahwa Dia (Allah) menjadikan Nabi Muhammad saw. sebagai rahmat buat semesta alam. Dengan kata lain, Dia mengutusnya sebagai rahmat buat mereka.

Maka barangsiapa yang menerima rahmat ini dan mensyukurinya, berbahagialah ia di dunia dan akhiratnya. Dan barangsiapa yang menolak serta mengingkarinya, maka merugilah ia di dunia dan akhiratnya.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa orang-orang yang mengikutinya beroleh rahmat di dunia ini dan di akhirat kelak. Sedangkan orang-orang yang tidak mengikutinya dapat terhindar dari cobaan berupa ditenggelamkan ke bumi, dikutuk, dan ditimpa azab yang pernah dialami oleh umat-umat lain sebelum mereka.

وَأَخْرَجَ أَبُو الشَّيْخِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمَا أَنَّ الْفَضْلَ اَلْعِلْمُ وَالرَّحْمَةَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Imam Abusysyeikh mengeluarkan (meriwayatkan) dari sahabat Ibnu Abbas –radhiyallaahu Ta’aalaa ‘anhumaa- : Sesungguhnya al fadhl (karunia Allah) adalah ilmu dan sesungguhnya arrahmah (rahmat Allah) adalah Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam”.

Baca Juga :  Janparing dan PDSP Siap Menangkan NU

Karena itu, di bulan mulia ini muslim dianjurkan untuk banyak membaca selawat untuk mendapatkan syafaatnya kelak di hari kiamat serta memperbanyak sedekah.

Dan yang terpenting dari memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. adalah beritiba atau mengikuti tuntunan ajarannya dan menjauhi segala larangannya. Wallahu a’lam. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

TAUSIAH: Usia 40 Masih Saja Bermaksiat, Kecupan Setan Untuknya

Rab Okt 28 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Misteri dan keajaiban hidup, semua diatur dan ditetapkan Allah SWT. Semua tata kelola kehidupan berjalan sesuai ketetapan-Nya. Apa pun itu, hidup hanya akan berujung pada dua kondisi: husnul khatimah atau suu-ul khatimah. Hanya karena kasih dan sayang-Nya, hidup seorang durjana bisa berakhir dengan husnul khatimah. Hanya karena […]