HIKMAH: Hidup dengan Tuntunan Kanaah

Editor Ilustrasi/dok./net.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Allah Subhanahu wa Taala menciptakan dunia memang untuk manusia. Tetapi, manusia diciptakan bukan untuk dunia. Manusia diciptakan untuk akhirat karena itulah perlunya mengejar amal akhirat .

Tentang hal tersebut, Allah mengingatkan manusia dalam Al Quran Surat Al Qashash ayat 77.

وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Dalam tafsir Al-Muyassar dijelaskan bahwa manusia diminta untuk mencari pahala negeri akhirat. Yakni dengan mengamalkan ketaatan kepada Allah Taala.

Tentang kehidupan dunia, Allah mengingatkan jangan melupakannya karena manusia memang hidup di dunia.

Hidup di dunia bersenang-senang dengan wajar saja, yakni dengan sesuatu hal yang halal, tanpa berlebihan, serta berhati-hati. Dan berbuat baiklah kepada orang-orang. Terutama gemar bersedekah dan berinfak. Jadi, untuk akhirat harus diupayakan dan dicari bahkan dikejar. Sedangkan untuk dunia, cuma perlu diingatkan jangan dilupakan. Karena jika dibalik, dunia yang dikejar-kejar, maka manusia akan merugi.

Perlombaan mengejar dunia tidak ada ujungnya dan penuh tipuan. Karena sifat manusia tidak akan puas dengan dunia kecuali setelah mati. Barulah manusia berhenti mengejar dunia setelah mulut penuh terisi tanah (mati).

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

,ﻟَﻮْ ﺃَﻥَّ ﻻِﺑْﻦِ ﺁﺩَﻡَ ﻭَﺍﺩِﻳًﺎ ﻣِﻦْ ﺫَﻫَﺐٍ ﺃَﺣَﺐَّ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﻟَﻪُ ﻭَﺍﺩِﻳَﺎﻥِ ، ﻭَﻟَﻦْ ﻳَﻤْﻸَ ﻓَﺎﻩُ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﺘُّﺮَﺍﺏُ ، ﻭَﻳَﺘُﻮﺏُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻦْ ﺗَﺎﺏَ

Baca Juga :  Plt Kadis: Ketahanan Pangan di Kabupaten Bandung Harus Stabil

“Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekai tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati). Dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” ( Muttafaqun ‘alaih)

Dunia itu ibaratnya jalannya semakin menyempit tapi tak berujung. Lalu apa yang terjadi jika beberapa orang-orang berlomba memasuki jalan yang sempit. Mau tidak mau pasti saling sikut dan saling menjatuhkan agar berada di garis terdepan.

Ustadz Raehanul Bahraen mengatakan, terkadang manusia sudah sampai titik nyaman, namun tetap tidak puas. Misal, kehidupan nyaman, gaji sudah cukup besar, anak-anak sudah sukses, rumah dan kendaraan sudah ada, hidup sudah tenang dan nyaman, tapi karena merasa harus terus berlomba mengejar dunia, dia akan berada di jalan yang semakin sempit.

“Orang yang terus mengejar dunia, hidupnya akan terasa susah. Ada saatnya hendaklah manusia berjalan santai saja. Menikmati setelah lelah berlari,”ungkap dai asal Yogjakarta ini.

Hendaklah manusia hidup dengan kanaah atau merasa cukup. Merasa puas dan rida dengan karunia Allah Taala. Sebaliknya, kalau tentang akhirat, maka petunjuk dari Allah Taala adalah umat Islam disuruh berlomba-lomba, mencari, dan mengejar. Tidak boleh merasa cukup dan merasa sudah beramal.

Salah satu tanda muslimin yang perhatian pada akhiratnya adalah menjaga salatnya. Jika ingin memperbaiki hidup, maka mulailah dengan memperbaiki slat. Mengapa harus memperbaiki salat terlebih dahulu untuk menjadi lebih baik? Karena memulai perbaikan diri dengan memperbaiki slat terlebih dahulu memang adalah hal yang tepat dan benar.⁣

Karena salat merupakan ibadah yang paling utama dalam menghamba kepada Allah Taala. Dan apabila salat sudah baik menurut Allah, maka sudah jelas kehidupan dunia sekaligus kehidupan akhirat juga akan membaik.⁣

Salat merupakan tiang agama. Jagalah salat agar kehidupan tetap terjaga dengan baik. Jika salat telah baik, maka Allah akan menjaga kehidupan hambaNya dan menjaga apa-apa yang dibutuhkan dalam hidup seorang muslim. Wallahu A’lam. @fen/sumber: sindonews

Baca Juga :  Noorcholis: Anies Pernah Pimpin Mahasiswa se Indonesia Melawan Soeharto

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mantan Ketua OSIS, Pramuka dan PMR Diprioritaskan UNS Lewat Jalur Kepemimpinan Muda

Sel Jun 15 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo untuk pertama kalinya dalam penerimaan mahasiswa baru, pada tahun 2021 ini memberikan prioritas kepada mantan ketua OSIS, ketua Pramuka, ketua Palang Merah Remaja (PMR) dan semacamnya, yang tidak lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan diterima lewat jalur seleksi mandiri […]