HIKMAH: Keutamaan Senyum dalam Hadis dan Ilmu Modern

Editor Keutamaan senyum dalam hadis dan ilmu modern. Foto iluatrasi senyuman bahagia seorang petani./republika/amin madani/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sejak kepemimpinan Islam awal, senyum menjadi ibadah tersendiri. Hal itu, juga didukung dengan studi yang dilakukan oleh banyak pihak di masa kini, utamanya, senyum yang dianggap menjadi ilmu serta bentuk seni untuk meningkatkan hubungan sosial ataupun ekonomi.

Bahkan, pada awal abad ke-20, senyum secara resmi telah diakui sebagai ilmu yang disebut “Psikologi Tertawa”.

“Senyum mencairkan es, menanamkan kepercayaan diri dan menyembuhkan luka; itu adalah kunci dari hubungan manusia yang tulus,” jelas Voltaire.

Senyum dalam Sunah

Berdasarkan banyak hadis, mengutip republika.co.id dari About Islam, Ahad (29/8/2021), dikatakan bahwa Nabi Muhammad saw. selalu tersenyum dan ceria serta berwajah cerah.

Bahkan, Abdullah ibn Al-Harits ibn Hazm berkata, “Saya belum pernah melihat orang yang lebih banyak tersenyum daripada Nabi.” (At-Tirmidzi)

Hal serupa juga diungkapkan oleh Jarir bin Abdullah yang berkata: “Rasulullah (damai dan berkah besertanya) tidak pernah menolak saya untuk melihatnya sejak saya memeluk Islam dan tidak pernah melihat saya kecuali dengan senyuman.” (Sahih Muslim).

Lebih jauh, Abu Hurairah juga meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda: “Kamu tidak dapat memuaskan orang dengan kekayaanmu, tetapi bisa memuaskan mereka dengan wajah ceria dan akhlak yang baik” (Abu Ya`la dan Al-Hakim; hadits shahih).

Sementara Abu Dzar, sempat meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda:

“Jangan meremehkan perbuatan baik, (sekecil apa pun kelihatannya) bahkan jika itu adalah pertemuanmu dengan saudaramu dengan wajah ceria.” (Sahih Muslim)

Tak sampai di sana, Rasulullah juga sempat bersabda, “Tersenyum di wajah saudaramu adalah tindakan amal.” (At-Tirmidzi; Dinyatakan Otentik oleh Al-Albani).

Dalam Islam, senyum menjadi salah satu cara untuk membelanjakan harta di jalan Allah, tanpa harus membayar sepeser pun. Senyum, juga menjadi solusi dari Nabi Muhammad untuk bersedekah paling murah.

Baca Juga :  Kampanye Prokes Covid Lewat Nyanyian Musisi Jalanan Bandung

Karenanya, penting bagi setiap orang agar terus menjaga senyum di wajahnya setiap saat. Namun demikian, senyum yang terjadi secara mekanis, tidak bisa ditipu dengan senyum palsu.

Alih-alih dari senyum yang dipaksakan, senyum dalam Islam bisa diterima dengan senyum tulus dan bersumber dari lubuk hati terdalam. Mengenai hal ini, dijelaskan pula oleh Abdullah bin Al-Mubarak tentang akhlak yang baik.

“Itu adalah wajah yang tersenyum, melakukan yang terbaik dalam kebaikan, dan menahan diri dari bahaya” (Jami` at-Tirmidzi). @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tolak Vaksinasi, Imam dan Muazin akan Jalani Konseling

Sel Sep 7 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Wakil Menteri Departemen Perdana Menteri Urusan Agama Datuk Ahmad Marzuk Shaary mengatakan, kelompok imam dan muazin yang menolak divaksinasi akan menjalani sesi konseling di Departemen Pengembangan Islam Malaysia (Jakim). Sesi konseling itu bertujuan untuk menjelaskan pentingnya vaksinasi dan menjamin bahwa itu tidak akan membahayakan penerimanya. “Di beberapa […]