HIKMAH: Keutamaan yang Bakal Didapat Muazin di Hari Kiamat

Editor Ilustrasi seorang muazin./via republika.co.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Orang yang melantunkan azan atau muazin memiliki banyak keutamaan. Di antaranya, muazin akan mendapatkan kebahagian di hari kiamat.

Mengutip Republika.co.id dari buku “Kupas Tuntas Azan dan Iqamat” karya Yusni A Ghazali, terdapat riwyat yang menyatakan tentang keutamaan tersebut. Sesungguhnya Abu Sa’id al-Khudri pernah berkata kepada Abdullah bin Abdurrahman: 

أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الخُدْرِيَّ ، قَالَ لَهُ : إِنِّي أَرَاكَ تُحِبُّ الغَنَمَ وَالبَادِيَةَ ، فَإِذَا كُنْتَ فِي غَنَمِكَ ، أَوْ بَادِيَتِكَ ، فَأَذَّنْتَ بِالصَّلاَةِ فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالنِّدَاءِ ، فَإِنَّهُ : لاَ يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ المُؤَذِّنِ ، جِنٌّ وَلاَ إِنْسٌ وَلاَ شَيْءٌ ، إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ القِيَامَةِ ، قَالَ أَبُو سَعِيدٍ : سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Sesungguhnya aku melihat engkau menyukai kambing dan pengembaraan. Ketahuilah jika engkau sedang mengembala atau sedang mengembara melewati padang pasir, dan engkau mengumandangkan azan untuk salat, maka angkatlah suaramu tinggi-tinggi. Karena sesungguhnya sepanjang dan sejauh suara orang azan, tidak akan terdengar jin, manusia, atau apa pun kecuali ia akan bersaksi untuk orang azan pada hari kiamat kelak. Aku mendengar hal itu dari Rasulullah saw.” (HR Al-Bukhari).

Yusni A Ghzali menjelaskan, pada hadis di atas dijelaskan bahwa semua makhluk yang beriman, baik itu dari golongan jin maupun manusia akan bersaksi untuk muazin. Bahkan, makhluk-makhluk lain yang kita anggap benda mati akan bersaksi untuk muazin.

Az-Zubair bin Al-Munir dalam kitab Tanwirul Hawalik juga menegaskan bahwa kesaksian ini menjadi begitu penting pada hari kiamat kelak. Karena, hukum yang berlaku bagi manusia di alam akhirat tergantung pada tiga hal, yaitu tuduhan, jawaban, dan kesaksian.

Baca Juga :  Kang DS Ajak Semua Pihak Bersinergi Membangun Kab. Bandung dengan Harmonis

Ketika semua manusia bingung dengan dirinya sendiri, bertanya-tanya akan disiksa atau akan diberi nikmat, maka kesaksian dari makhluk lain akan kebaikan (azan) yang pernah dilakukan di dunia akan meringankan siksaan dan menambah pahala.

Sementara, At-Turbusyti dalam kitab yang sama juga menjelaskan bahwa maksud dari “Kesaksian” itu adalah jika muazin dibantu oleh makhluk lain dengan kesaksiannya, maka ia akan diangkat menjadi manusia yang mulia dan berderajat tinggi di akhirat kelak.

Semakin tinggi dan nyaring suara muazin, maka akan semakin banyak makhluk yang mendengarnya dan besaksi untuknya. Sebaliknya, jika azan dikumandangkan dengna lirih, maka makhluk yang mendengarnya alah lebih sedikit sehingga derajatnya pun lebih rendah dibandingkan muazin lain dengan suaranya yang tinggi.   
@fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Syarat Umur Jemaah Umrah Indonesia Berubah Jadi 18-60 Tahun

Sab Jan 23 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Kabid Umrah Amphuri Zaky Zakaria Anshary mengatakan, ada perubahan mengenai syarat umur bagi jemaah umrah Indonesia. Sebelumnya 18-50 tahun, kini menjadi 18-60 tahun. “Informasi terbaru dari beberapa Muassasah Saudi Arabia menyatakan syarat umur bagi jemaah umrah khusus warga Indonesia menjadi 18-60 tahun, sebelumnya syarat umur 18-50 tahun,” […]