HIKMAH: Marketing Ala Nabi Muhammad Saw, Murah Hati Membuat Konsumen Loyal

Editor :
Marketing ala Nabi Muhammad saw./ilustrasi/via okezone.com/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Marketing ala Nabi Muhammad saw. adalah dapat membentuk suatu hubungan jangka panjang antara perusahaan dan konsumen karena saling mempercayai dan menguntungkan.

Pengusaha bukan lagi sekadar membentuk konsumen yang loyal, tapi juga menerima kepercayaan konsumen.

Terkadang setelah mendapatkan kesetiaan pelanggan, sebuah perusahaan cenderung memanfaatkan bahkan mengeksploitasi kesetiaan tersebut untuk terus meraup keuntungan finansial semata.

Contohnya adalah bank yang terus menggemborkan bonus kartu kredit.

Pelanggan yang dulunya cermat akan menjadi royal karena terpengaruh janji-janji yang ditawarkan sebuah perusahaan dengan produk mereka yang tampak sebagai solusi setiap permasalahan konsumen.

Konsumen pun tidak bermurah hati dengan diri sendiri karena berbelanja dengan kurang cermat walaupun tahu ada bunga yang harus dibayar.

Dilansir dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Ahad (25/7/2021), dalam hal ini, baik korporasi atau konsumen sama-sama tidak saling bermurah hati sehingga menghancurkan hubungan yang sudah terjalin.

Selama kegiatan berdagangnya di abad ke-7 Masehi, Nabi Muhammad saw. tidak pernah menawarkan semua jenis produk dan menjanjikan semua solusi untuk semua orang, walaupun dia memiliki kepercayaan pelanggan.

Nabi Muhammad saw. pernah bersabda “Kamu lebih mengetahui duniamu daripada aku.” Murah hati yang membentuk marketing ala Nabi menjaga siapa pun dari sikap pembodohan dan pemanfaatan konsumen.

Murah hati adalah pusat dari soul marketing, sebuah konsep marketing yang dilakukan Nabi Muhammad. Dengan didasari sikap murah hati dan elemen kejujuran, keikhlasan, profesionalisme, dan silaturahmi yang berkesinambungan, akan membentuk sebuah pola pikir ideal dan paradigma baru bagi pengusaha.

Nabi bersabda, “Allah memberikan rahmat-Nya pada setiap orang yang bersikap baik ketika menjual, membeli, dan membuat suatu pernyataan”.

Baca Juga :  Longsor di Cimanggung Sumedang, Lebih 13 Orang Diperkirakan Tertimbun

Nabi Muhammad bukan seorang pengusaha yang profit oriented, tetapi lebih mementingkan pengikatan hubungan jangka panjang dengan para pelanggannya. Dengan hubungan yang didasari saling menghormati dan percaya, Nabi justru menghasilkan profit lebih baik dibanding para pengusaha lain pada waktu itu.

Dengan formula sederhananya, beliau telah menyentuh jiwa setiap orang yang berinteraksi dengannya. Di luar kapasitas Nabi Muhammad, jejak langkahnya yang menekankan bermurah hati adalah sebuah konsep sederhana dengan efek yang luar biasa.

Marketing ala Nabi Muhammad dapat membentuk suatu hubungan jangka panjang antara perusahaan dan konsumen, saling mempercayai dan menguntungkan.
Pengusaha bukan lagi sekadar membentuk konsumen yang loyal, tapi juga menerima kepercayaan konsumen. @fen/sumber: okezone.com

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Presiden Jokowi: Doa Adalah Senjata Orang Beriman

Sen Agu 2 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Presiden RI Joko Widodo mengatakan doa adalah senjata orang mukmin atau orang beriman yang dapat menjadi kekuatan maha dahsyat untuk membangkitkan harapan, terutama di masa pandemi saat ini. Hal itu disampaikan Presiden dalam sambutannya pada acara Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka yang berlangsung secara […]