Search
Close this search box.

Hilang Selama 4 Hari, Wanita Muda di Sukabumi Ditemukan Tewas Tertindih Motor

Mayat wanita tertindih motor di Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (17/10/2024). /visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | SUKABUMI – Warga Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi digegerkan dengan ditemukannya sesosok mayat wanita dalam keadaan tertindih motor di dalam selokan, Kamis (17/10/2024) sore.

Kepala Desa (Kades) Girijaya Ujang Sihab menuturkan mayat ditemukan oleh warga Kampung Palasari yang rumahnya tak jauh dari selokan tersebut.

“Semua berawal dari terciumnya bau menyengat di sekitar lokasi dan ketika dilihat ke selokan nampak sesosok mayat tertindih motor,” ujar Ujang.

Pada awalnya tak ada yang mengetahui siapa wanita tersebut, lalu setelah itu barulah diketahui bawah wanita tersebut adalah Neng Laras (24), warga Kampung Cireundeu RT 01/06, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak.

Polisi yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi kejadian. Saat diperiksa terdapat luka benturan di kepala. Adapun keadaan jasad sudah mulai membusuk.

Ujang menuturkan sebelum kejadian ini, wanita tersebut pergi menggunakan motor pada Minggu (13/10/2024) dan semenjak itu tak kunjung pulang. Pihak keluarga sudah melaporkan hilangnya Laras kepada pemerintah desa hingga dilakukan pencarian ke teman kerjanya karena wanita itu bekerja di sebuah perusahaan garment. Pencarian dilanjutkan ke wilayah Cibadak, Cisaat bahkan hingga Kota Sukabumi. Akan tetapi semua itu tidak membuahkan hasil.

Terhitung wanita tersebut dinyatakan hilang selama 4 hari, sejak dilaporkan pada Minggu dan ditemukan pada Kamis.

Menurut Ujang, diperkirakan wanita muda itu tewas di dalam selokan karena mengalami kecelakaan. Diduga kecelakaan terjadi dalam perjalanan pulang melaju dari arah Karang Tengah menuju Cirendeu.

“Untuk sementara kejadian ini diduga disebabkan oleh kecelakaan tunggal. Namun pihak keluarga menolak untuk diotopsi sebagaimana ditawarkan oleh pihak kepolisian dari Polsek Nagrak. Keluarganya menganggap kejadian ini sebagai musibah,” ujarnya.

Ujang menjelaskan selokan yang menjadi TKP penemuan mayat itu berada tepat di pinggir jalan kabupaten penghubung Karangtengah dengan Cirendeu. Dari bahu jalan ke selokan dalamnya sekitar 3 meter.

Baca Juga :  Riyono Soroti Ancaman Kemarau Panjang 2026 terhadap Ketahanan Pangan Nasional

Karena keluarga menolak otopsi, maka jasad wanita itu langsung dibawa ke rumah korban dan direncanakan dimakamkan tak jauh dari tempat tinggalnya.

@andri

Baca Berita Menarik Lainnya :