VISI.NEWS | BANDUNG – Liburan ke luar negeri kerap menjadi pengalaman menyenangkan, mulai dari mencicipi kuliner khas hingga menjelajahi tempat baru. Namun, perjalanan juga berpotensi membawa risiko kesehatan, mulai dari keracunan makanan hingga cedera kecil yang bisa mengganggu agenda wisata.
Spesialis penyakit menular sekaligus Direktur Emory TravelWell Center, Henry Wu, menegaskan pentingnya persiapan kesehatan sebelum berangkat. Ia menyebut, vaksinasi, termasuk flu dan COVID-19, tetap perlu diperbarui meski kondisi tubuh sehat.
Wu juga menyarankan wisatawan membawa perlengkapan kesehatan pribadi, seperti obat-obatan dasar, plester, tabir surya, repelan nyamuk, hingga masker. Menurutnya, masker terbukti efektif mencegah infeksi pernapasan di ruang tertutup.
Selain itu, menjaga kebersihan tangan menjadi kunci utama. Mencuci tangan minimal 20 detik dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol dapat mengurangi risiko tertular penyakit. Wisatawan juga diminta lebih selektif saat menikmati kuliner lokal, dengan memastikan makanan matang sempurna dan air minum dalam kemasan aman.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah istirahat cukup untuk menjaga imunitas tubuh serta menyesuaikan diri dengan zona waktu guna mengurangi jet lag. Wu juga mengingatkan agar tidak mencoba aktivitas berisiko tinggi saat liburan, seperti berkendara di jalanan asing atau berenang di laut lepas tanpa kemampuan yang memadai.
Ia menekankan agar wisatawan mendengarkan sinyal tubuh. Jika muncul gejala serius seperti diare berat, dehidrasi, atau cedera, segera mencari bantuan medis. Meski penuh kewaspadaan, Wu menilai perjalanan tetap memberikan manfaat kesehatan, mulai dari meningkatkan aktivitas fisik hingga membuka perspektif baru tentang pola hidup.
@ffr












