Horeee…Pekerja Gaji di Bawah Rp 5 Juta Dapat BLT Rp 600 Ribu per Bulan

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap pemerintah akan memberikan BLT kepada pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta sebesar Rp 600 ribu selama 4 bulan./cnn indonesia/adhi wicaksono.
Jangan Lupa Bagikan

– Dana bantuan tersebut akan langsung ditransfer ke rekening setiap pekerja sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan.

VISI.NEWS – Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap pemerintah akan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 13,8 juta pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta sebesar Rp 600 ribu selama 4 bulan.

“(Sekitar) 13,8 juta pekerja non PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketanagakerjaan dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan akan mendapat bantuan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan akan langsung diberikan per dua bulan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (6/8), seperti dilansir CNN Indonesia.

Erick mengungkapkan dana bantuan tersebut akan langsung ditransfer ke rekening pekerja masing-masing sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan.

Menurutnya, program ini sedang difinalisasi agar bisa dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan pada September 2020 mendatang.

Stimulus dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) ini diberikan dalam rangka pemulihan ekonomi di tengah pandemi corona.

Erick memaparkan ada dua hal yang menjadi fokus dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi.

Pertama, memberikan stimulus ekonomi yang manfaatnya nyata dirasakan masyarakat. Misalnya untuk masyarakat miskin berupa program bantuan sosial, dan dukungan kepada UMKM berupa subsidi bunga dan kredit.

Kedua, dilakukan percepatan penyerapan tenaga kerja melalui proyek-proyek padat karya. Upaya percepatan pemulihan ekonomi ini berjalan beriringan dengan upaya kesehatan dan membangun rasa aman di tengah pandemi ini.

“Program pemulihan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah cukup banyak, namun saling berkesinambungan, seperti bantuan sosial tunai, bantuan pangan non-tunai, program keluarga harapan hingga penyaluran kredit di sektor UMKM,” paparnya.

Namun, Erick menegaskan dibutuhkan waktu, data yang akurat serta koordinasi dengan banyak pihak untuk melakukan realisasi bantuan tersebut secara tepat.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengumumkan angka output perekonomian atau Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia periode kuartal II 2020 negatif. PDB Indonesia periode April-Juni 2020 terkontraksi atau minus 5,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Foto Pacar di Akun Medsos Korban, Pemicu Aksi Pembunuhan di Rancaekek

Kam Agu 6 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan pembunuhan pelajar di Rancaekek dilatarbelakangi cemburu buta pelaku. “Dalam aksinya, pelaku berinisial MRS (18) sebelum pembunuhan terjadi, bersama korban PA (18) sempat melakukan hubungan badan. Mereka berdua pacaran dan keduanya masih sekolah,” jelas Hendra saat gelar perkara di Mapolresta […]