Search
Close this search box.

Istimewa! Doa Hari ke-6 Ramadhan yang Penuh Ampunan dan Keutamaan

Doa Hari ke-6 Ramadhan lengkap Arab Latin dan arti dibaca saat awal bulan puasa./visi.news/freepik.
Ilustrasi umat Muslim membaca doa di hari ke enam bulan suci Ramadhan./visi.news/freepik.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Doa Hari ke-6 Ramadhan menjadi amalan istimewa yang dianjurkan untuk dibaca umat Muslim saat memasuki bulan suci, lengkap dengan bacaan Arab, Latin, arti, serta keutamaannya.

Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan ini diumumkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia setelah pelaksanaan sidang isbat. Dengan datangnya bulan suci ini, umat Islam menyambutnya dengan penuh suka cita, memperbanyak ibadah, serta mengamalkan doa-doa khusus, termasuk Doa Hari ke-6 Ramadhan.

Ramadhan adalah bulan penuh berkah, ampunan, dan rahmat. Setiap detik di dalamnya menjadi peluang emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada hari pertama, umat Muslim dianjurkan membaca Doa Hari ke-6 Ramadhan sebagai bentuk permohonan agar puasa dan ibadah yang dijalankan diterima serta dijauhkan dari kelalaian.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa ada tiga golongan yang doanya tidak tertolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka, dan orang yang terzalimi. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad bin Hanbal.

Hadis tersebut menegaskan betapa istimewanya doa orang yang berpuasa. Maka membaca Doa Hari ke-6 Ramadhan menjadi langkah awal yang penuh harap agar seluruh rangkaian ibadah selama satu bulan mendapat ridha Allah SWT.

Doa Hari ke-6 Ramadhan: Bacaan Lengkap dan Artinya

Berikut bacaan Doa Hari ke-6 Ramadhan dalam teks Arab, Latin, dan artinya:

اللَّهُمَّ لَا تَخْذُلْنِي فِيْهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ، وَلا تَضْرِبْنِي بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ، وَزَحْزِحْنِي فِيهِ مِنْ مُوجِبَاتِ سَخَطِكَ، بِمَنكَ وَآيَادِيكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِينَ
Allâhumma lâ takhdzulnî fîhi lita’arrudhi ma’shiyatika, wa lâ tadhribnî bisiyâthi naqimika, wa zahrihnî fîhi min mûjibâti sakhatika, bimannika wa âyâtika yâ Muntahâ raghbatir râghibîn.
Artinya: “Ya Allah, jangan hinakan daku di dalamnya karena perlakuan maksiat pada-Mu, jangan siksa daku, jauhkan daku di dalamnya dari keharusan murka-Mu, dengan karunia dan anugerah-Mu wahai puncak keinginan orang-orang yang berharap.”

Doa Hari ke-6 Ramadhan ini dipanjatkan agar puasa yang dijalankan bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan benar-benar bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Baca Juga :  Kluivert Rindu Garuda, Tapi Realitas Memisahkan

Keutamaan Doa Hari ke-6 Ramadhan

Pada hari keenam Ramadhan, Allah SWT kembali menjanjikan keutamaan besar bagi hamba-Nya yang menjalankan puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Mengutip dari kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah, disebutkan bahwa orang yang berpuasa pada hari keenam akan dianugerahi balasan luar biasa berupa kemuliaan di Surga Darussalam.

Dalam riwayat tersebut digambarkan bahwa Allah SWT akan memberikan seratus ribu kota di Surga Darussalam. Di setiap kota terdapat seratus perkampungan, dan di setiap perkampungan terdapat seratus ribu rumah. Setiap rumah memiliki seratus ribu tempat tidur dari emas yang panjangnya seribu hasta. Di atasnya terdapat bidadari yang berhias dengan tiga puluh ribu perhiasan dari permata putih dan permata merah, serta setiap bidadari ditemani seratus pelayan.

Gambaran ini menunjukkan betapa agung dan luasnya balasan yang Allah SWT siapkan bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah puasa. Keutamaan ini bukan semata-mata tentang kenikmatan fisik, melainkan simbol dari kemuliaan, kehormatan, dan kebahagiaan abadi yang Allah anugerahkan kepada hamba pilihan-Nya.

Hari keenam Ramadhan menjadi momentum untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah. Tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga hati, lisan, dan perbuatan agar tetap dalam ketaatan. Keutamaan yang begitu besar ini menjadi motivasi agar umat Muslim terus memperbaiki diri sepanjang bulan suci.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa doa orang yang berpuasa termasuk doa yang mustajab, maka memperbanyak doa pada hari keenam Ramadhan menjadi kesempatan emas untuk memohon ampunan, rahmat, dan ridha Allah SWT.

Makna Mendalam di Balik Doa Hari ke-6 Ramadhan

Terdapat beberapa makna penting yang dapat dipetik dari keutamaan hari keenam Ramadhan:

1. Simbol Kemuliaan Spiritual

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 20 Februari 2026

Gambaran kota, perkampungan, dan rumah-rumah megah di surga bukan sekadar deskripsi fisik, melainkan simbol betapa Allah memuliakan hamba yang taat. Ini mengajarkan bahwa setiap amal baik, sekecil apa pun, memiliki nilai besar di sisi-Nya.

2. Balasan atas Kesabaran dan Keikhlasan

Puasa adalah ibadah yang sarat dengan kesabaran. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa melatih pengendalian diri. Keutamaan hari keenam menegaskan bahwa kesabaran tersebut tidak akan sia-sia.

3. Motivasi untuk Istiqamah

Ramadhan bukan hanya tentang semangat di awal bulan. Janji pahala yang begitu besar di hari keenam mengingatkan agar semangat ibadah tetap terjaga dan tidak menurun.

4. Harapan akan Rahmat Allah SWT

Semua balasan yang disebutkan dalam keutamaan tersebut pada hakikatnya bersumber dari rahmat Allah. Tanpa rahmat-Nya, manusia tidak akan mampu meraih kemuliaan surga.

5. Penguatan Keimanan terhadap Kehidupan Akhirat

Deskripsi kenikmatan surga memperkuat keyakinan bahwa kehidupan akhirat adalah tujuan utama. Puasa melatih fokus seorang Muslim agar tidak terjebak pada kenikmatan dunia semata.

Keutamaan Doa Hari ke-6 Ramadhan menjadi pengingat bahwa setiap hari di bulan suci memiliki nilai dan keberkahan tersendiri. Umat Muslim diajak untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, serta menjaga keikhlasan dalam setiap amal.

Semoga di hari keenam Ramadhan ini, kita termasuk golongan hamba yang mendapatkan rahmat, ampunan, dan kemuliaan di Surga Darussalam.

Doa-Doa Pilihan di Bulan Ramadhan

Selain Doa Hari ke-6 Ramadhan, terdapat beberapa doa yang dianjurkan selama bulan suci.

1. Doa Buka Puasa

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ…

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka…” (HR. Abu Dawud).

2. Doa Berbuka di Rumah Orang Lain

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ…

Baca Juga :  Dari Rapat Panas ke Pesta Gol, Gyokeres Ungkap Titik Balik Arsenal Sebelum Hancurkan Tottenham

Artinya: “Telah berbuka di tempatmu orang-orang yang berpuasa…” (HR. Abu Dawud).

3. Doa Kamilin

Doa ini biasa dibaca setelah salat Tarawih, berisi permohonan kesempurnaan iman, keteguhan menjalankan kewajiban, serta harapan masuk surga dan dijauhkan dari api neraka.

Ramadhan sebagai Momentum Perubahan

Ramadhan bukan hanya rutinitas tahunan. Bulan ini adalah madrasah spiritual yang melatih kesabaran, keikhlasan, dan kedisiplinan. Membaca Doa Hari ke-6 Ramadhan menjadi simbol komitmen awal untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagi umat Islam di Indonesia, informasi resmi seputar awal Ramadhan dapat diakses melalui situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia di https://kemenag.go.id.

Dengan mengamalkan Doa Hari ke-6 Ramadhan, diharapkan seluruh ibadah yang dilakukan selama bulan suci ini diterima oleh Allah SWT dan menjadi jalan menuju ketakwaan yang lebih tinggi.

Ramadhan adalah kesempatan yang mungkin tidak terulang di tahun berikutnya. Maka, awali dengan doa terbaik, niat terbaik, dan tekad terbaik. @desi

Baca Juga:

Baca Berita Menarik Lainnya :