VISI.NEWS | BANDUNG – Doa Hari ke-7 Ramadhan menjadi amalan istimewa yang dianjurkan untuk dibaca umat Muslim saat memasuki bulan suci, lengkap dengan bacaan Arab, Latin, arti, serta keutamaannya.
Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan ini diumumkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia setelah pelaksanaan sidang isbat. Dengan datangnya bulan suci ini, umat Islam menyambutnya dengan penuh suka cita, memperbanyak ibadah, serta mengamalkan doa-doa khusus, termasuk Doa Hari ke-7 Ramadhan.
Ramadhan adalah bulan penuh berkah, ampunan, dan rahmat. Setiap detik di dalamnya menjadi peluang emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada hari pertama, umat Muslim dianjurkan membaca Doa Hari ke-7 Ramadhan sebagai bentuk permohonan agar puasa dan ibadah yang dijalankan diterima serta dijauhkan dari kelalaian.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa ada tiga golongan yang doanya tidak tertolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka, dan orang yang terzalimi. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad bin Hanbal.
Hadis tersebut menegaskan betapa istimewanya doa orang yang berpuasa. Maka membaca Doa Hari ke-7 Ramadhan menjadi langkah awal yang penuh harap agar seluruh rangkaian ibadah selama satu bulan mendapat ridha Allah SWT.
Doa Hari ke-7 Ramadhan: Bacaan Lengkap dan Artinya
Berikut bacaan Doa Hari ke-7 Ramadhan dalam teks Arab, Latin, dan artinya:
اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ فِيْهِ عَلَى صِيَامِهِ وَ قِيَامِهِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ هَفَوَاتِهِ وَ آثَامِهِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ ذِكْرَكَ بِدَوَامِهِ بِتَوْفِيْقِكَ يَا هَادِيَ الْمُضِلِّيْنَ
Allâhumma a’innî fîhi ‘alâ shiyâmihi wa qiyâmihi wa jannibnî fîhi min hafawâtihi wa âtsâmihi warzuqnî fîhi dzikrika bidawâmihi bitaufîqika Yâ hâdiyal mudhillîn.
Artinya: Ya Allah, bantulah aku untuk berpuasa dan shalat malam serta jauhkan aku dari kesia-siaan dan perbuatan dosa. Anugrahi aku di dalamnya dengan dawamnya ingat pada-Mu dengan taufik-Mu wahai yang menunjuki orang tersesat.
Doa Hari ke-7 Ramadhan ini dipanjatkan agar puasa yang dijalankan bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan benar-benar bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Keutamaan Doa Hari ke-7 Ramadhan
Pada hari ketujuh Ramadhan, Allah SWT menjanjikan keutamaan yang sangat besar bagi hamba-Nya yang menjalankan puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan ibadah yang sarat dengan pahala dan kemuliaan di sisi Allah SWT.
Mengutip penjelasan dalam kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah karya Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi, disebutkan bahwa orang yang berpuasa pada hari ketujuh bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala seperti pahala seribu syuhada dan empat puluh ribu orang yang benar (shiddiqin) di Surga Na’im.
Janji pahala ini menunjukkan betapa besar nilai ibadah puasa di hari ketujuh. Pahala seribu syuhada menggambarkan kedudukan tinggi yang diberikan Allah SWT, karena para syuhada adalah golongan yang mulia di sisi-Nya. Sementara pahala empat puluh ribu orang yang benar mencerminkan ganjaran atas kejujuran, keteguhan iman, dan kesetiaan dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Keutamaan ini menjadi motivasi bagi umat Muslim untuk semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah. Setiap hari di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri, dan hari ketujuh menjadi pengingat bahwa konsistensi dalam berpuasa akan menghadirkan balasan yang luar biasa.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa doa orang yang berpuasa tidak akan tertolak hingga ia berbuka, maka memperbanyak doa pada hari ketujuh Ramadhan menjadi kesempatan istimewa untuk memohon ampunan, rahmat, serta keteguhan iman kepada Allah SWT.
Makna Mendalam di Balik Doa Hari ke-7 Ramadhan
Terdapat beberapa poin penting dalam Doa Hari ke-7 Ramadhan:
1. Harapan Meraih Derajat Syuhada
Penyebutan pahala seperti seribu syuhada bukan hanya tentang jumlah, tetapi tentang kemuliaan derajat. Ini mengajarkan bahwa kesungguhan dalam beribadah dapat mengangkat kedudukan seorang hamba di sisi Allah SWT.
2. Meneladani Sifat Shiddiq (Kejujuran dan Ketulusan)
Empat puluh ribu orang yang benar di Surga Na’im melambangkan nilai kejujuran dan keteguhan iman. Doa ini mengingatkan pentingnya menjaga hati dan niat agar tetap tulus dalam setiap amal.
3. Motivasi untuk Istiqamah dalam Ibadah
Hari ketujuh Ramadhan berada pada fase awal bulan suci, saat semangat masih terjaga. Doa ini mendorong agar semangat tersebut tidak luntur dan tetap konsisten hingga akhir Ramadhan.
4. Penguatan Keyakinan terhadap Balasan Akhirat
Penyebutan Surga Na’im mengingatkan bahwa kehidupan akhirat adalah tujuan utama. Setiap ibadah yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapatkan balasan yang jauh lebih besar dari apa yang dibayangkan.
5. Kesadaran akan Rahmat Allah SWT
Semua pahala dan kemuliaan yang dijanjikan pada hakikatnya adalah bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya yang taat. Tanpa rahmat-Nya, manusia tidak akan mampu meraih derajat tersebut.
Keutamaan besar di hari ketujuh ini menjadi dorongan agar umat Muslim semakin memperbaiki kualitas ibadah, menjaga keikhlasan, serta memperbanyak doa dan amal saleh. Semoga kita termasuk golongan yang mendapatkan pahala berlipat ganda dan dimuliakan di Surga Na’im.
Doa-Doa Pilihan di Bulan Ramadhan
Selain Doa Hari ke-7 Ramadhan, terdapat beberapa doa yang dianjurkan selama bulan suci.
1. Doa Buka Puasa
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ…
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka…” (HR. Abu Dawud).
2. Doa Berbuka di Rumah Orang Lain
أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ…
Artinya: “Telah berbuka di tempatmu orang-orang yang berpuasa…” (HR. Abu Dawud).
3. Doa Kamilin
Doa ini biasa dibaca setelah salat Tarawih, berisi permohonan kesempurnaan iman, keteguhan menjalankan kewajiban, serta harapan masuk surga dan dijauhkan dari api neraka.
Ramadhan sebagai Momentum Perubahan
Ramadhan bukan hanya rutinitas tahunan. Bulan ini adalah madrasah spiritual yang melatih kesabaran, keikhlasan, dan kedisiplinan. Membaca Doa Hari ke-7 Ramadhan menjadi simbol komitmen awal untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Bagi umat Islam di Indonesia, informasi resmi seputar awal Ramadhan dapat diakses melalui situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia di https://kemenag.go.id.
Dengan mengamalkan Doa Hari ke-7 Ramadhan, diharapkan seluruh ibadah yang dilakukan selama bulan suci ini diterima oleh Allah SWT dan menjadi jalan menuju ketakwaan yang lebih tinggi.
Ramadhan adalah kesempatan yang mungkin tidak terulang di tahun berikutnya. Maka, awali dengan doa terbaik, niat terbaik, dan tekad terbaik. @desi
Baca Juga: