Huawei ICT Outlook 2021: Huawei Perkuat Komitmen Jawab Tantangan di Semua Sektor

Editor :
CEO Huawei Indonesia Jacky Chen. /visi.news/prnewswire

Silahkan bagikan
  • Energi baru terbarukan jadi tantangan mendesak, Huawei luncurkan Digital Power. 

VISI.NEWS | PAPUA – Huawei menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai sektor di Indonesia, mengantisipasi tantangan serta peluang baru masa depan melalui penyediaan solusi Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) terdepan.

Penegasan Huawei tersebut disampaikan merespon paparan dari Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), Institute for Essential Services Reform (IESR) dan dunia pendidikan Indonesia pada gelaran Outlook TIK 2022 yang diselenggarakan oleh Huawei Indonesia.

MASTEL, IESR dan dunia pendidikan mengungkap berbagai tantangan yang harus diantisipasi dan membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk pelaku industri dan penyedia solusi TIK Huawei untuk menjawabnya. Beragam tantangan yang akan makin menguat pada tahun depan dan tahun-tahun berikutnya tersebut antara lain adalah kesiapan dan ketersediaan infrastruktur digital, ekonomi digital, masyarakat digital termasuk ketersediaan SDM Digital yang mumpuni, digitalisasi sektor pemerintahan atau digital government, kebijakan terkait 5G, kebijakan TKDN Terminal 4G/5G, UU Perlindungan Data Pribadi, hingga Keamanan Siber.

Sehubungan dengan seruan dunia internasional terkait dengan isu perubahan iklim, para pemangku kepentingan serta ekosistem juga dihadapkan pada tantangan untuk mulai melakukan transisi energi dari penggunaan tenaga batubara ke energi baru yang terbarukan. Sedangkan terkait dengan kebutuhan berbagai sektor untuk mengakselerasi transformasi digital, dunia pendidikan menyerukan pentingnya keterlibatan industri untuk mengatasi isu kesenjangan antara kebutuhan dan pasokan SDM digital berkompetensi.

CEO Huawei Indonesia Jacky Chen mengatakan bahwa sejak Huawei hadir di Indonesia lebih dari 21 tahun lalu, komitmennya untuk turut berkontribusi dalam kemajuan Indonesia terus diperkuat. Memahami transformasi digital di Indonesia yang makin terakselerasi, makin mendesaknya kebutuhan akan konektivitas jaringan broadband yang meratas, terus meningkatnya adopsi teknologi-teknologi terdepan seperti AI, Big Data dan Cloud, serta telah dimulainya komersialisasi layanan 5G, mendorong pihaknya untuk terus menggiatkan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan – pemerintah, industri, dunia pendidikan, komunitas, serta media dalam melakukan transfer pengetahuan dan teknologi.

Baca Juga :  KIPRAH: Buku Karya Dr. Abdul Malik Raih Anugerah Buku Ilmiah Terbaik dari USIM

“Kebijakan global yang juga menjadi salah satu prioritas kami untuk Indonesia adalah penyediaan technology for green planet, teknologi untuk bumi Indonesia yang hijau. Keseriusan kami untuk membantu seluruh sektor di Indonesia menjawab isu mendesak yaitu perubahan iklim dan target netral karbon pada 2060, kami menghadirkan unit bisnis baru Huawei Digital Power. Kehadiran unit bisnis ini akan makin melengkapi solusi TIK yang kami hadirkan yang selaras dengan komitmen ‘I DO’ untuk Indonesia,” ungkap Jacky.

Menegaskan pernyataan Jacky, CEO Digital Power Huawei Indonesia Andy Liu mengatakan, “Kami sangat serius dalam mengembangkan solusi TIK yang mampu menjawab tantangan terkait emisi karbon dan perubahan iklim. Kami mengembangkan divisi khusus yaitu Huawei Digital Power yang mengintegrasikan teknologi digital dan energi terbarukan, serta menyediakan produk dan solusi yang ramah energi listrik terbarukan seperti transportasi listrik, infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang hijau, dan energi berbasis teknologi secara terintegrasi. Huawei tidak saja menjadi pemain terdepan di bidang ICT, namun juga di bidang digital power.”

Huawei Digital Power menghadirkan inovasi dan produk berteknologi canggih dalam pengembangan energi terbarukan, terutama solar PV sebagai bentuk kontribusi Huawei atas inisiatif global menuju energi ramah lingkungan untuk mewujudkan bebas emisi karbon. Digital Power juga akan meningkatkan investasi untuk riset dan pengembangan (R&D) serta operasi pasar berdasarkan kebutuhan pelanggan, mengembangkan model operasi yang sesuai dengan karakteristik industri di sektor energi dan memperluas bisnis energi dengan cepat.

Huawei Digital Power memiliki sekitar 6.000 karyawan dan sekitar 60% diantaranya fokus terhadap R&D untuk melayani sepertiga populasi dunia di lebih dari 170 negara di dunia. Di sektor ketenagalistrikan dan energi terbarukan, Huawei terus sukses mempertahankan pangsa pasar global nomor satu untuk inverter dan solusi Solar PV.

Baca Juga :  Hasil Studi Okta : Pascapandemi Percepat Budaya Zero Trust di Asia Pasifik

“Di area transmisi, Huawei memanfaatkan teknologi ICT untuk meningkatkan kemampuan grid menjadi smart grid. Sedangkan di area konsumsi, Huawei menyediakan komponen utama dalam kendaraan listrik dan untuk stasiun pengisian. Selama evolusi energi terbarukan, teknologi digital tidak boleh dilewatkan, tetapi harus dirangkul dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mewujudkan bebas emisi karbon. Inilah nilai unik yang dapat diberikan Huawei bagi industri ini,” tambahnya.

Sambutan Positif Komunitas Huawei

Menanggapi komitmen, kontribusi dan kesiapan Huawei dalam membantu beragam sektor dan pemangku kepentingan menjawab tantangan dan peluang, Ketua Bidang Regulasi, Hukum dan Kebijakan Telematika MASTEL, Johny Siswadi, menilai pentingnya Huawei untuk terus memperkuat peran serta kontribusi selama ini.

“Sebagai penyedia solusi TIK terdepan dunia dengan beragam best pratices yang dimiliki, Huawei juga dapat menyumbangkan pengetahuan serta kepakarannya dalam membantu para pemangku kepentingan dalam merumuskan serta menerapkan kebijakan-kebijakan terkait adopsi serta komersialisasi teknologi-teknologi mutakhir seperti 5G,” ujarnya.

Sementara itu, Executive Director Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa yang menyoroti besarnya potensi pembangkit energi tenaga surya sebagai energi baru terbarukan bagi Indonesia mengatakan, “Tidak hanya menghadirkan potensi energi tenaga surya sebesar 34.000 megawatt, dari setiap instalasi pembangkit energi tenaga surya sebesar 1 Gigawatt juga akan menciptakan 30.000 pekerjaan. Apresiasi atas komitmen Huawei dalam terus berinovasi mengembangkan portofolionya yang dapat diandalkan oleh berbagai sektor dalam melakukan transisi ke penggunaan energi baru terbarukan.”

Adapun Dr.Ir. Muhammad Ridwan Effendi, M.A.Sc. mengatakan bahwa kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan SDM cakap digital harus diselesaikan segera. “Huawei berperan dalam membantu dunia pendidikan, khususnya ITB, dalam menyetak talenta-talenta digital yang mampu memenuhi kualifikasi industri, serta membantu mengakselerasi transformasi digital pada learning management kami.”@mpa

Baca Juga :  TAUSIAH: Pada Hari Kiamat Semua Orang Saling tidak Peduli

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

UMK 11 Kabupaten Jabar Tidak Naik, Obon Tabroni: Sangat Aneh

Kam Nov 25 , 2021
Silahkan bagikanmoreVISI.NEWS | BANDUNG – Anggota DPR RI Obon Tabroni menilai 11 kabupaten di Jawa Barat yang tidak mengalami kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) 2022 adalah hal yang sangat aneh. Menurut Obon, saat ini kondisi buruh terjepit dan serba sulit. Selain itu, buruh diminta bersabar dengan upah yang standar, namun […]