Hukum Puasa Tanpa Makan Sahur

Editor :
Makan sahur diperintahkan oleh Rasulullah saw. karena di dalamnya terdapat banyak keberkahan./foto/dok islam.nu.or.id/via sindonews/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Salah satu kenikmatan orang yang berpuasa di bulan Ramadan adalah makan di waktu sahur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan umatnya makan di waktu sahur karena di dalamnya terdapat keberkahan.

Lalu, bagaimana hukum berpuasa tanpa makan sahur? Untuk diketahui, semua ulama sepakat bahwa hukum makan sahur adalah sunah dan bagian dari syiar Islam.

Menurut dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia Ustaz Farid Nu’man Hasan, sahur adalah sunah dan tidak ada beda pendapat ulama atas hal itu. Tanpanya, puasa tetap sah. Hanya saja jangan dijadikan kebiasaan berpuasa tanpa sahur, sebab itu cara puasanya orang Yahudi dan Nasrani.

Dalilnya: dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

“Bersahurlah kalian karena pada santap sahur itu ada keberkahan.” (HR Al-Bukhari No 1923, Muslim No 1095)

Syeh Sayyid Sabiq rahimahullah mengatakan:

وقد أجمعت الامة على استحبابه، وأنه لا إثم على من تركه

“Umat telah ijmak atas kesunahannya, dan tidak berdosa meninggalkannya.” (Fiqhus Sunnah, 1/455)

Beliau menambahkan:

وسبب البركة: أنه يقوي الصائم، وينشطه، ويهون عليه الصيام

“Sebab keberkahannya adalah karena sahur dapat menguatkan orang yang berpuasa, menggiatkannya, dan membuatnya ringan menjalankannya.” (Ibid, 1/456)

Keutamaannya:
Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ، فَلَا تَدَعُوهُ، وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

“Makan sahur adalah berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walau kalian hanya meminum seteguk air karena Allah ‘Azza wa Jalla dan para Malaikat mendoakan orang yang makan sahur.” (HR Ahmad No. 11086, Syekh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: sanadnya shahih. Lihat Ta’liq Musnad Ahmad No. 11086)

Baca Juga :  Duga KPU Tidak Netral, Massa Relawan Iwan - Iip Kembali Geruduk KPU Kabupaten Tasikmalaya

Dari Amru bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السُّحُور

“Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) adalah pada makan sahur.” (HR Muslim No. 1096)

Dari hadis dua ini ada beberapa faidah:

1. Anjurannya begitu kuat, sampai Nabi صلى الله عليه وسلم meminta untuk jangan ditinggalkan.
2. Sahur sudah mencukupi walau dengan seteguk air minum.
3. Allah ‘Azza wa Jalla dan para Malaikat mendoakan (berselawat) kepada orang yang makan sahur.
4. Orang kafir Ahli Kitab juga berpuasa, tapi tidak makan sahur.
5. Sesekali berpuasa tanpa sahur adalah boleh saja, tapi jika secara sengaja dan terus-menerus maka itu menyerupai Ahli kitab. @fen/sumber: kalam – sindonews

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jadwal Lengkap Final dan Perebutan Posisi 3 Piala Menpora 2021

Rab Apr 21 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Final Piala Menpora 2021 akan mempertemukan dua klub yang memiliki rivalitas sengit di sepak bola Indonesia, Persija Jakarta dan Persib Bandung. Duel yang tak kalah seru juga akan tersaji pada perebutan posisi tiga, PSM Makassar vs PSS Sleman. Persija lolos ke final Piala Menpora 2021 setelah melalui drama adu penalti kontra PSM Makassar dengan […]