HUT ke-11, Viking Kec. Ciparay Undang Mantan Persib Senior yang Tergabung di Tim “Sepidermaen” dalam Pertandingan Persahabatan

Editor :
Camat Ciparay Gugum Gumilar (tengah seragam hitam) bersama para mantan pemain Persib Bandung./visi.news/yusup supriatna

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Menyambut HUT (hari ulang tahun)-nya yang ke-11, Viking Kecamatan Ciparay menggelar pertandingan persahabatan di Lapangan Sepak Bola Gunungleutik, Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung Jawa Barat, Minggu (30/8) sore.

Pertandingan persahabatan itu menampilkan tim kesebelasan “Sepidermaen” yang merupakan mantan pemain Persib Bandung senior melawan kesebelasan Viking Ciparay Soccer Team yang merupakan eks pemain Liga 2 dan 3 dan merupakan pemain asli Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.

Ketua Viking Ciparay yang juga ketua pelaksana pertandingan persahabatan Eko Dermawan mengatakan, pertandingan ini sengaja digelar guna memeriahkan acara HUT ke-11 Viking Ciparay dan menghibur masyarakat di tengah pandemi corona.

“Dalam giat ini, kita hadirkan pemain eks Persib Bandung dan pemain Liga 2 dan 3 Liga Indonesia guna menghibur masyarakat di tengah masa pandemi ini. Para pemain Viking Ciparay Soccer Team ini merupakan warga asli Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung,” kata Eko kepada VISI.NEWS usai pertandingan.

Para pemain Viking Ciparay Soccer Team tersebut yaitu Imam Faturohman (PS TNI), Abdul Rohman (Persib U 20), Ahmad Taufik PSKC (Persatuan Sepak Bola kota Cimahi) dan juga pernah bermain di Persik Kediri, Yayan Sundana (mantan pemain Persib), Tomi (eks Persikab), dan Arif (Persib junior).

Sedangkan para pemain “Sepidermaen” merupakan mantan pemain Persib Bandung senior yang cukup dikenal para bobotoh seperti Zaenal Arif, Cecep Supriatna, Dadang Hidayat, Usep Munandar, Salim Alydrus, Gilang Angga, Yaris Riyadi, Enjang Rohiman, Anwarudin, Suwita Pata, dan Cucu Hidayat.

Menurut Eko, pertandingan persahabatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT Viking Ciparay. Sebelumnya Viking Ciparay melaksanakan bakti sosial dengan membagikan masker dan sembako kepada masyarakat.

Lanjut Eko, kegiatan pertandingan persahabatan ini tidak dipublikasikan baik di media resmi maupun medsos mengingat masa pandemi. Meskipun begitu, tetap saja dikunjungi para bobotoh.

“Saya kaget ketika warga berdatangan menonton pertandingan ini. Jumlah penonton bisa mencapai 500 orang,” ucapnya.

Guna mengantisipasi hal yang tidak diharapkan terkait dengan corona, pihaknya meminta warga yang menonton untuk mematuhi protokol kesehatan, di antaranya menggunakan masker.

“Kita turun langsung ke lapangan, jika kedapatan warga tidak menggunakan masker, kita langsung beri. Hampir 200 masker yang kita bagikan,” jelasnya.

Hasil pertandingan kedua kesebelasan, berbagi angka 1 – 1.

Di tempat yang sama Kepala Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Agus Hamdani mengapresiasi langkah panitia pelaksana dalam menyikapi situasi dan keadaan saat masa pandemi ini.

“Pada saat masa pandemi, warga banyak menghabiskan waktunya di rumah. Pas mendengar ada pertandingan ini, apalagi pemainnya eks Persib, warga berdatangan untuk menonton” jelasnya.

Kondisi yang terjadi, pihaknya salut kepada panitia yang sigap dengan memberikan masker kepada warga.

“Warga butuh hiburan, namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan agar aman,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Ciparay Gugum Gumilar mengatakan saat ini masih dalam kondisi corona. Oleh karena itu, sebelum kegiatan ini digelar, pihaknya sudah mengimbau panitia dan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, salah satunya adalah menggunakan masker saat menonton.

“Alhamdulillah masyarakat sadar dan mengerti atas kondisi yang terjadi saat ini. Seperti yang kita lihat, panitia sigap dan penontonnya menggunakan masker,” ucapnya

Menurutnya pada masa pandemi ini, masyarakat butuh hiburan. Salah satunya adalah hiburan olahraga sepak bola. Dalam giat ini, pihaknya juga mengkampanyekan protokol kesehatan selain menggunakan masker, pola makan dan hidup sehat, sering cuci tangan, dan yang lebih penting lagi perbanyak juga berolahraga.

“Dengan berolahraga, badan kita menjadi sehat dan bugar. WHO juga menganjurkan untuk olahraga selama kurang lebih 15 hingga 30 menit dengan terpapar oleh sinar matahari yang terdapat vitamin D yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh, otak, dan saraf,” jelasnya.

Di tempat terpisah salah satu pemain eks Persib Bandung Zaenal Arif mengatakan, tim Sepidermaen merupakan tim yang kalau tidak giat bermain keluar, maka ngumpul bersilaturahmi.

“Kalau ga ada pertandingan alias sepi ya kita kumpul. Kalau ada undangan seperti ini ya kita datang dan main. Makanya kita namakan tim kita adalah Sepidermaen,” jelasnya.

Yang jelas, tambah Zaenal Arif, selain menghibur masyarakat di masa pandemi ini, pihaknya juga saling berbagi ilmu dan pengalaman kepada generasi muda yang hobinya menekuni bidang olahraga sepak bola.

“Keberhasilan itu butuh kerja keras, latihan sungguh-sungguh, disiplin, semangat tinggi, dan tidak mudah menyerah. Diharapkan kepada generasi muda untuk selalu memperhatikan itu, semoga kelak menjadi pemain bola profesional baik di tingkat nasional maupun Internasional,” pungkasnya. @yus

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Musda IV DPD Partai Golkar KBB Ditandai 'Walkout' Peserta

Sen Agu 31 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Jalannya demokrasi pada Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) di Kantor DPD Golkar Jawa Barat, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Minggu (30/8) tercoreng aksi walkout peserta. Sebanyak 13 Pimpinan Kecamatan (PK) partai berlambang beringin ini memilih walkout dan menggelar aksi unjuk rasa di […]