Search
Close this search box.

Ide Kreatif Ketua RW 03 Ciptakan Wisata Baru di Desa Talun Kabupaten Bandung

Jalan gang yang dihiasi payung dengan berbagai warna, di Kampung Situsari RT 03/RW 03, Desa Talun, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Dongkrak potensi desa wisata, saat ini aparatur Pemerintah Desa Talun kolaborasi dengan pengurus RW 03 setempat sedang berusaha menata diri.

Dengan didukung kondisi alam yang masih lestari, Yono Mulyono, Ketua RW 03 Desa Talun, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, menyulap jalan gang dengan lebar 1,5 sampai 2 meter menjadi kawasan wisata baru.

Meski dikemas dengan cara sederhana dan hanya memasang 60 buah payung dengan berbagai warna, tetapi bisa membuat suasana gang sempit di Kampung Situsari RT 03/RW 03 Desa Talun itu terlihat lebih menarik dengan didukung suasana alam yang masih lestari.

Walau demikian, kawasan kampung wisata payung itu masih dalam tahap penataan karena masih membutuhkan kucuran anggaran untuk mengoptimalkan pengembangan desa wisata dengan konsep alam terbuka. Lokasi wisata alam itu pun berada di kawasan perkampungan, selokan dan lahan pertanian padi. Sehingga siapa pun warga yang berkunjung ke kawasan itu bisa melihat langsung para petani sedang mengolah maupun tanam padi.

Tempat itu pula sangat cocok untuk lokasi berfoto maupun foto selfie. Bahkan pada Minggu (15/6/2025) mendatang, pasangan calon pengantin akan memanfaatkan kawasan tersebut untuk kebutuhan persiapan foto prewedding.

Yono Mulyono menata lingkungannya menjadi kawasan wisata baru itu setelah pada 11 April 2024 lalu ditetapkan jadi Ketua RW 03.

Pria yang masih bujangan ini memiliki inovasi dan ide kreatif bagaimana mengembangkan destinasi wisata di wilayahnya dalam upaya mendukung desa wisata.

Ia berusaha untuk menjadikan jalan gang yang berada di antara bantaran selokan itu menjadi perhatian banyak pihak.

Setelah memasang puluhan payung, Yono pun berencana kedepannya memasang patung tangan di jalan gang yang bisa digunakan untuk tempat santai dan berfoto selfie.

Baca Juga :  Legislator Gerindra Novita Wijayanti Terima Penghargaan KWP 2026

Tak hanya itu, Yono ingin membuat sebuah bale-bale yang terbuat dari bambu dengan dilengkapi tangga yang dibalut jerami dan injuk. Selain itu dibuatkan sebuah bangunan dari bambu yang mirip dengan terowongan. Tentunya dengan kemasan yang serba tradisional.

Yono juga berharap bisa membuat angkringan yang bisa digunakan warga untuk berjualan makanan ringan yang murah meriah. Mulai dari jualan lotek, karedok, baso, batagor dan makanan lainnya. Produk makanan yang disajikan atau dijual adalah ciri khas makanan kampung atau produk lokal yang disukai banyak orang.

“Dengan adanya prasarana sarana pendukung destinasi wisata itu, diharapkan setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu bisa digunakan untuk usaha berdagang warga setempat,” kata Yono di sekitar lokasi kampung wisata payung, Selasa (10/6/2025).

Ia berharap jalan gang menjadi kampung wisata payung ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap dengan adanya pengembangan desa wisata ini dapat menumbuhkan Desa Talun jadi desa mandiri, karena warganya bisa secara mandiri mengembangkan usaha untuk meraih sebuah pendapatan secara ekonomi,” tuturnya.

Yono juga ingin menciptakan warga sekitar mandiri dalam mengembangkan usaha, khususnya dalam memasarkan produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Seperti halnya saat ini sudah dilakukan oleh para pemuda karang taruna yang sudah berinisiatif untuk memasarkan produk UMKM.

Untuk menambah daya tarik wisata di kawasan tersebut, Yono menyebutkan akan memasang lampu penerangan di malam hari. Tentunya lampu penerangan yang akan diciptakan nanti disesuaikan dengan konsep destinasi wisata.

“Kita ingin menciptakan tema wisata Pakuan Bali. Kita juga ingin membuat umbul-umbul yang mirip dengan di Bali. Tentunya dalam proses pembuatannya dengan manfaatkan potensi yang ada di kampung, seperti menggunakan bambu hitam. Itu sebagai ciri khas urang Sunda, dengan menggunakan bambu,” tuturnya.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Senin 20 April 2026

Yono berharap dengan membuat sebuah kemasan wisata yang bisa menambah daya tarik wisatawan itu, warga setempat memiliki penghasilan dari sektor wisata tersebut.

Menurutnya, dengan berbagai konsep destinasi wisata yang ingin diciptakan di Kampung Situsari itu, tentunya tidak sebatas perencanaan. Yono berharap bisa diwujudkan dengan adanya dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Bandung yang digulirkan melalui desa dan RW setempat.

Sebab tanpa didukung anggaran tidak akan terwujud. Sementara ini Yono mulai menginisiasi kampung wisata payung itu menggunakan anggaran pribadi. Tentunya dengan anggaran yang terbatas dan nantinya akan memanfaatkan insentif RW untuk belanja sarana pendukung destinasi wisata tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Talun Euis Tuti turut memberikan apresiasi terhadap Ketua RW 03 yang memiliki inisiatif untuk mendukung pengembangan desa wisata melalui inovasi dirinya dalam menata lingkungan.

Euis Tuti mengatakan keinginan ada kawasan wisata itu sudah sejak dulu, dengan potensi yang ada di Desa Talun.

Ia juga menyebutkan bahwa Desa Talun masuk desa wisata setelah ditetapkan melalui kebijakan Bupati Bandung Dadang Supriatna. Desa Talun satu dari 100 desa wisata di Kabupaten Bandung.

“Atas dasar itu, tentunya ada proses pelatihan, pembinaan dan berbagai pertemuan dalam pengembangan desa wisata tersebut,” katanya.

Kepala Desa Talun pun berusaha untuk menggali potensi tersebut. Salah satunya adalah pengembangan kampung wisata payung, setelah sebelumnya ada kampung pelangi ciaro.

“Saya turut memberikan apresiasi terhadap Ketua RW 03 yang bisa menggali potensi wisata di kampung halamannya. Kebetulan Pak Bupati Bandung menetapkan Desa Talun sebagai desa wisata. Memang ada potensi yang bagus di Desa Talun melalui motivasi dan kreasi warganya. Hal itu dibuktikan Ketua RW 03 yang ingin mengangkat desa sebagai desa wisata,” tuturnya.

Baca Juga :  Pajak Kendaraan Tanpa KTP Lama? Warga Sumringah, Polisi Pasang Batas!

Euis Tuti menyebutkan bahwa pengembangan kampung wisata payung itu untuk memanfaatkan jalan baru yang baru selesai dibangun. Sehingga dengan adanya peningkatan infrastruktur itu dijadikan sebagai tempat wisata.

“Saya berharap tidak hanya di RW 03 saja yang ditata menjadi destinasi wisata kampung payung, tetapi RW lain juga bisa menyesuaikan untuk berinovasi dalam membangun destinasi wisata,” harapnya.

Ia juga sangat senang ketika anak-anak muda di desanya memiliki potensi untuk mengembangkan atau mendongkrak desa wisata yang disesuaikan dengan kearifan lokal warga kampung setempat.

“Kami berharap ada dukungan anggaran dari Pemkab Bandung buat RW-RW yang selama ini punya keinginan dan potensi untuk mengembangkan desa wisata. Ini suara rakyat, bro. Ingin mengembangkan wisata, harus didorong dukungan anggaran. Percuma kalau tak ada anggaran. Ada potensi harus ada solusi,” tuturnya. @kos

Baca Berita Menarik Lainnya :