Idul Fitri Jatuh Pada Kamis 13 Mei 2021, Ace Hasan : Merayakan Idul Fitri Tetap Patuhi Prokes

Editor :
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily dalam konferensi pers sidang isbat penetapan idul fitri/visi.news/channel youtube Kemenag RI

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia secara resmi telah menetapkan penyelenggaraan perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada tanggal 13 Mei 2021.

Setelah ditetapkannya perayaan Idul Fitri tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily menghimbau agar seluruh masyarat yang akan merayakan Idul Fitri dimohon tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

“Kami menghimbau agar masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri 1442 Hijriah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya dalam konferensi pers, Selasa (11/5/2021).

Ace Hasan mengatakan, seperti kita ketahui bahwa pandemi Covid-19 masih mewabah di seluruh dunia dan perlu kewaspadaan kita semua. “Perayaan Idul Fitri jangan mengurangi kewaspadaan kita untuk tetap menjaga protokol kesehatan karena prinsip dalam agama Islam menyuruh pada kita semua tetap menjaga kesehatan,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya.

Kementerian Agama telah selesai menggelar sidang isbat (penetapan) 1 Syawal 1442 H. Hasilnya, menetapkan Idul Fitri 2021 jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021.

“Dari hisab posisi minus, dan dari rukyat tidak ada yang melihat hilal, maka bulan Ramadhan di-istkmal-kan digenapkan 30 hari sehingga 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh hari Kamis, 13 Mei 2021,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi pers usai sidang isbat di Kantor Kementerian Agama, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (11/5).

Keputusan ini diambil setelah peserta sidang mendengarkan kesaksian para saksi yang tidak melihat adanya hilal atau ketinggian hilal tidak cukup memenuhi syarat, yakni minimal 2 derajat.

Sidang dilakukan tetap dengan mengikuti protokol pencegahan Covid-19, dengan beberapa tamu undangan tetap secara virtual.

Penetapan awal bulan Syawal ini merujuk pada pemantauan hilal atau bulan sabit awal di 88 titik wilayah di Indonesia. Dalam sidang yang dimulai pukul 17.00 WIB, petugas Kemenag di berbagai wilayah melaporkan sudah melihat hilal.

Baca Juga :  Indonesia Amankan 100 Juta Dosis Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Untuk menentukan 1 Syawal, ketinggian hilal minimal 2°, dengan umur hilal minimal 8 jam.

Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya dalam sidang menuturkan, ketinggian hilal di seluruh titik pemantauan hilal ternyata di bawah 2 derajat.

Hari ini juga tampak belum masuk ijtima atau masuknya bulan baru.

Cecep mengatakan, tinggi hilal di Jakarta pada 11 Mei 2021 pukul 17.45 WIB umur hilal -8 jam 16 menit dan tinggi hilal -4,44 derajat.

Kemudian, ijtima atau bulan baru, muncul pada 12 Mei pukul 02.00 WIB dini hari. Dengan kata lain, Cecep mengatakan, hilal yang dilihat Selasa sore belum hilal, tapi bulan sabit tua.

“Indonesia antara -5,61 derajat di Jayapura sampai dengan -4,4 derajat di Bandung,” kata Cecep seperti yang dilansir kumparan.com, (11/05/2021).

“Dengan kata lain di seluruh wilayah Indonesia hilal negatif,” tambah Cecep.

Dengan penetapan 1 Syawal ini, maka Salat Tarawih terakhir masih dilakukan malam ini, lalu bertakbir pada Rabu malam, dan melaksanakan Salat Idul Fitri pada Kamis. @mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

DHL Global Forwarding, Freight : myDHLi Meningkatkan Pemesanan Online Sebesar 56%

Sel Mei 11 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – DHL Global Forwarding, Freight, divisi spesialis pengangkutan internasional terkemuka dari Deutsche Post DHL Group, hari ini mengumumkan fitur-fitur baru dan fungsionalitas yang lebih besar untuk myDHLi, bertepatan dengan ulang tahun pertama platform digital tersebut. Setelah peluncuran myDHLi yang sukses, DHL telah memperluas ketersediaan platform secara global dari […]