Ikatan Mahasiswa Tasik Gelar Bakti Masyarakat di Pancatengah

Editor :
Pembina IMT sesacara simbolis melakukan penanaman bibit pohon (foto atas). Pembina IMT, Elan Rahmatilah saat berbincang dengan warga (foto bawah). /visi.news/budi s. ombik

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Ikatan Mahasiswa Tasikmalaya (IMT) melakukan kegiatan Bakti Masyarakat dan PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) di Kampung Cipari/Cinangka, Desa Margaluyu, Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kiprah IMT ini diharapkan dapat memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan daerah melalui berbagai kegiatan di antaranya penanaman bibit pohon.

Demikian diungkapkan Ketua IMT, Enceng Sutisna di hadapan masyarakat, unsur muspika desa, serta tokoh agama di ruang Madrasah Alpalah, Sabtu (13/3/2021).

Disebutkannya, anggota IMT berasal dari berbagai daerah di wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

“Mereka belajar di luar daerah seperti Bandung serta daerah lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ustaz Ayi yang merupakan tokoh masyarakat, menyambut baik kegiatan mahasiswa tersebut.

“Kegiatan mahasiswa ini diharapkan bisa membantu, terutama untuk kesejahteraan, dengan melakukan penanaman bibit pohon serta tebar benih ikan,” katanya.

Di sisi lain Pembina yang juga Sesepuh IMT, Elan Rahmatilah mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk kepedulian mahasiswa terhadap daerah asal.

“Ilmu yang selama ini didapat di bangku kuliah, direfleksikan dalam kehidupan yang sebenarnya di daerah asal,”katanya.

Disebutkan, IMT adalah mahasiswa yang menimba ilmu di luar wilayah, seperti Bandung.

“Saat mereka kembali ke daerah asalnya memiliki tanggung jawab untuk membawanya ke perubahan, terutama peningkatan ekonomi,” imbuhnya lagi.

Kegiatan IMT diisi dengan lomba tumpeng buah karya Ibu Ibu PKK Desa Margaluyu serta diskusi terkait pengolahan lahan pertanian.

Dampak Covid-19

Pada bagian lain, Elan Rahmatilah menyinggung dampak pandemi Covid-19 yang dirasakan banyak pihak. Mulai para pebisnis, pengusaha besar, hingga usaha kecil menengah (UMKM) dan masyarakat sekalipun.

Menurutnya, pandemi Covid-19 telah membawa pengaruh besar terhadap perputaran ekonomi.

Penurunan produksi serta mulai bergugurannya pengusaha yang gulung tikar, kata Elan, adalah bukti makin terpuruknya dunia usaha.

Baca Juga :  Deding Ishak: Perhitungan Politik Tidak Tepat, Bisa Masuk "Killing Ground"

“Ini sangat terasa. Bagaimana tidak. Saya mengakui sudah menjual sebagian aset perusahaan untuk menutupi kewajiban,” tutur pengusaha muda kelahiran 37 tahun silam ini.

Dikatakan, dia telah melakukan berbagai langkah dalam upaya mempertahankan kelangsungan bisnisnya.

“Dua unit kendaraan besar yang merupakan aset usaha, sudah saya lelang,” ungkap pengusaha Delivery asal Kabupaten Tasikmalaya Selatan ini.

Dikatannya, langkahnya itu bukanlah adu tawar dalam berniaga. Akan tetapi keputusan yang harus segera diketuk palu.

“Kini karyawan saya tinggal menyisakan dua orang,” imbuhnya lagi.

Kini Elan tengah bersiap melirik bisnis lain dalam upaya pengamanan sisa aset. Bisnis yang disorotinya terkait penyediaan bahan makanan.

“Ya..saya tengah melirik dan mempersiapkan usaha lain,” pungkasnya. @bik

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Belum Ada Kesepakatan Panjangnya, Pengerukan Sungai Citarik Ditangguhkan

Sab Mar 13 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Anggota DPRD Kabupaten Bandung yang juga Wakil Ketua Komisi B dari Fraksi Partai Demokrat Yayat Sudayat terus menyuarakan kepentingan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana banjir rutin yang disebabkan luapan Sungai Citarik di Kecamatan Cicalengka dan Rancaekek Kabupaten Bandung. Ia pun sempat meminta pihak Balai Besar Wilayah Sungai […]