Ikhlas Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani Ada Tiga Tingkatan

Editor Ilustrasi./via mui.or.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Ikhlas adalah amal ibadah yang dilakukan oleh hati, nilai ibadah yang dilakukan oleh raga sangat bergantung pada nilai ikhlas yang ada dalam hati seorang mukmin. Berkaitan dengan ikhlas, Syekh Nawawi Al-Bantani membaginya menjadi 3 tingkatan, hal ini sebagaimana diungkap dalam kitab Nurudh Dholam (Syekh Nawawi Al-Bantani, Nurudh Dholam, [Kediri: PPA, tt], halaman 44), sebagaimana berikut:

1. Ikhlash karena Allah

Ikhlash karena Allah menempati posisi pertama dan utama. Ikhlas dalam kelompok ini adalah seorang mukmin ketika beribadah kepada Allah dan melakukan amal saleh, sama sekali tidak mengharapkan apapun kecuali ridla Allah, tidak juga mengharapkan pahala surga atau untuk menghindari siksa neraka. Menurut Syekh Nawawi, ikhlas seperti ini berada pada tingkatan tertinggi.

2. Ikhlash karena Akhirat

Tingkatan ikhlas kedua adalah beribadah dan beramal saleh karena mengharapkan pahala, mendapatkan surga, dan takut pada siksa neraka. Menurut Syekh Nawawi, tingkatan ikhlas ini berada pada tingkatan menengah.

3. Ikhlash karena Dunia

Tingkatan ikhlas terakhir adalah beribadah karena mengharapkan balasan di dunia, misalnya seseorang melakukan ibadah membaca Surat Al-Waqi‘ah dengan harapan bisa mendapat kekayaan, mengeluarkan sedekah berharap mendapat rezeki yang berlipat ganda, dan seterusnya.

Menurut Syekh Nawawi, ikhlas seperti ini adalah ikhlash yang berada pada tingkatan paling rendah.

@mpa

Baca Juga :  Jelang Pemilu 2024, Dede Farhan Ingatkan Variabel-variabel yang akan Mengganggu Kamtibmas

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kerja Sambil Merintis Jadi Enterpreneur, Begini Caranya

Sel Des 12 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Banyak orang yang bercita-cita menjadi enterpreneur, yaitu orang yang memiliki dan menjalankan bisnis sendiri. Namun, tidak semua orang berani atau mampu langsung melepaskan pekerjaan mereka sebagai karyawan untuk mengejar impian tersebut. Apakah itu berarti mereka harus menunda atau mengubur mimpi mereka? Tentu tidak. Ada cara […]