Ilham Habibie Bergabung ke Perusahaan Tekfin Open Finance Ayoconnect sebagai Komisaris

Editor :
Ilham Akbar Habibie. /visi.news/istimewa

Silahkan bagikan
  • Rekam jejak Ilham yang mengesankan dalam industri teknologi di Indonesia akan mempercepat proses ekspansi Ayoconnect ke ranah Open Finance dan Open Government secara signifikan.
  • Ilham Habibie adalah seorang profesional berpengalaman di bidang TIK dan finance di Indonesia. Ia memimpin Dewan TIK Nasional dan Badan Riset dan Teknologi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).
  • Ia juga menjabat sebagai Komisaris Utama Bank Muamalat dan memegang peran penasihat di berbagai organisasi yang fokus pada riset dan teknologi di Indonesia.
  • Peran strategis Ilham di Ayoconnect diharapkan dapat membantu mempercepat laju adopsi perusahaan melalui berbagai kolaborasi dengan badan usaha milik negara, berikut komunitas pengusaha di Indonesia.
  • Berhasil meraih dana segar sebesar US$10 juta dalam investasi ekuitas tahun lalu, Ayoconnect adalah platform API terbesar di Indonesia yang melayani lebih dari 100 perusahaan Indonesia sebagai klien dan menghubungkan lebih dari 1.000 institusi melalui jaringan API-nya.

VISI.NEWS | JAKARTA – Hari ini, Ayoconnect mengumumkan penunjukkan tokoh technopreneur Indonesia Ilham Habibie sebagai komisaris di perusahaannya. Sebelumnya, Ilham menjabat sebagai Penasihat Strategis Ayoconnect sejak Agustus 2020, hingga kemudian bergabung dengan jajaran investor dalam putaran pra-seri B Ayoconnect yang berlangsung di bulan September.

Ayoconnect, yang mulai beroperasi pada tahun 2016, baru-baru ini berhasil mengumpulkan investasi sebesar US$10 juta pada putaran pendanaan terakhirnya, dengan total investasi ekuitas sebesar US$15 juta yang berhasil dicapainya pada tahun lalu.

Perusahaan ini memiliki visi untuk mendemokratisasikan konsep Open Finance di Indonesia dengan menyediakan berbagai produk white-label finansial pada platform Application Programming Interface (API) yang mereka miliki. Lewat teknologi yang mereka miliki, Ayoconnect bekerja untuk memfasilitasi interoperabilitas dan kolaborasi yang lebih besar antar lembaga keuangan di Indonesia. Ayoconnect bertujuan membantu lembaga-lembaga tersebut membuka kanal pendapatan baru lewat diluncurkannya produk-produk yang dapat melayani kebutuhan pelanggan yang masih belum terpenuhi hingga saat ini.

Baca Juga :  The Raoul Wallenberg Institute of Human Rights and Humanitarian Law Ingin Mewujudkan Jaminan atas Air Minum yang Aman bagi Semua Orang

Penunjukan Ilham menghadirkan sosok yang telah terlibat secara mendalam dalam lanskap TIK dan finance di Indonesia. Sebelum menjabat di Ayoconnect, Ilham telah mengepalai Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (WANTIKNAS) sebagai Ketua Tim Pelaksana sejak tahun 2014. Beliau juga berperan aktif sebagai

Komisaris Utama Bank Muamalat, Bank Syariah (Syariah) pertama di Indonesia, sembari menjabat sebagai ketua, pendiri, sekaligus pemegang saham PT. ILTHABI Rekatama, sebuah perusahaan investasi swasta di Indonesia.

Ilham juga aktif terlibat dalam berbagai organisasi yang fokus pada riset dan teknologi di Indonesia, antara lain Badan Riset dan Teknologi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (WANTIKNAS), membuatnya siap menjadi aset berharga bagi Ayoconnect dalam mempercepat inklusi keuangan di pasar Indonesia.

“Bergabungnya Ilham sebagai komisaris di Ayoconnect akan mengakselerasi peran Ayoconnect dalam membangun masa depan ekosistem digital Indonesia,” ungkap CEO Ayoconnect Jakob Rost dalam keterangan pers yang diterima VISI.NEWS, Selasa (26/10/2021).

Jakob melanjutkan, “Ilham adalah sosok visioner yang telah berhasil mendorong inovasi dan mendorong kolaborasi yang bermakna antara berbagai organisasi. Dengan bergabungnya Ilham, kami juga berharap dapat memperoleh lebih banyak kemitraan dengan berbagai badan usaha milik negara dan lembaga keuangan serta berkolaborasi dengan komunitas entrepreneur yang lebih luas di Indonesia.”

Menurut Jakob, penunjukan Ilham sebagai komisaris bertepatan dengan upaya Ayoconnect untuk memperluas jejak API-nya ke ranah Open Finance dan Open Government. Saat ini, Ayoconnect telah melayani lebih dari 1.000 perusahaan di Indonesia, termasuk penyedia layanan keuangan, perusahaan teknologi, dan perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia lainnya. Platform API Ayoconnect memproses lebih dari 300 juta hit API setiap tahunnya dan mengalami peningkatan 600% dalam jumlah transaksi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga :  Anthony Ginting Maju ke Semifinal Olimpiade Tokyo

“Saya kian terkesan dengan kiprah Ayoconnect untuk mendorong kemajuan dan dampak di lanskap fintech Indonesia,” kata Ilham. “Saya sangat senang bisa bergabung dengan tim Ayoconnect dan turut berkontribusi mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Kami memiliki tujuan untuk memberikan solusi inovatif untuk perusahaan berbagai skala, dengan cara menghadirkan teknologi untuk melayani pelanggan mereka, termasuk mereka yang hingga kini masih belum dapat terjangkau oleh lembaga keuangan konvensional.”

Inklusi finansial dan digital adalah tantangan besar yang dialami jutaan masyarakat Indonesia. Pada tahun 2021, jumlah penduduk Indonesia yang masih belum memiliki rekening bank diperkirakan masih mencapai 66% dari total 275 juta penduduk, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk tanpa rekening bank tertinggi di dunia. Namun, pemerintah terus membuka pintu bagi pendatang baru fintech seperti Ayoconnect untuk merevolusi sistem melalui pendekatan akar rumput. Indonesia saat ini telah menjadi rumah bagi 20% dari semua perusahaan fintech di blok Asia Tenggara dan diprediksikan menjadi salah satu ekosistem fintech global terbesar dalam lima tahun ke depan.

Ayoconnect adalah platform API terbesar di Indonesia. Ayoconnect memungkinkan developer untuk memilih berbagai produk white-label finansial di platform API Ayoconnect dan meluncurkannya dengan cepat ke pengguna. Ayoconnect berada di latar belakang sepanjang proses ini berlangsung untuk berfokus pada pembangunan dan pengoperasian infrastruktur, seraya memfasilitasi klien untuk memonetisasi dan memperluas bisnis dengan cepat dan masif.

Sejak didirikan pada tahun 2016, kumpulan API Ayoconnect telah diadopsi secara cepat oleh lebih dari 1.000 perusahaan ternama di Indonesia, termasuk perusahaan bank, ritel, e-commerce, tekfin, dan dompet digital seperti Bank Mandiri, DANA, Indomaret, dan Bukalapak. Saat ini, API Ayoconnect memproses lebih dari 300 juta klik API setiap tahunnya.

Baca Juga :  Menang dengan Skor Identik, Man City Lolos ke Semifinal untuk Kali Pertama di Era Pep Guardiola

Ayoconnect telah mengumpulkan pendanaan senilai total 15 juta dolar AS (setara dengan Rp 214 miliar) dari investor-investor lokal dan internasional. Investor Pra-Seri B Ayoconnect termasuk Mandiri Capital Indonesia, perusahaan modal ventura milik Bank Mandiri; BRI Ventures, unit modal ventura korporat Bank BRI; AC Ventures Indonesia, perusahaan modal ventura yang dipimpin oleh Ketua Asosiasi Fintech Indonesia Pandu Sjahrir; Patamar Capital, perusahaan modal ventura yang berfokus hadirkan investasi berdampak positif di Asia Tenggara; Kakaku, perusahaan publik yang terdaftar di Tokyo Exchange (TYO); dan Finch Capital. Ayoconnect terus memperluas ekosistemnya untuk mempercepat inklusi keuangan dan adopsi solusi embedded finance di seluruh Indonesia.@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Petani KJA Waduk Cirata Keluhkan Eceng Gondok

Sel Okt 26 , 2021
Silahkan bagikanmoreVISI.NEWS | CIANJUR – Petani ikan kolam jaring apung (KJA) di Waduk Cirata Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, mengeluh dengan keberadaan gulma eceng gondok. Setelah sebelumnya ratusan ton ikan mati secara massal karena cuaca ekstrem, kini ditambah dengan makin meningkatnya jumlah eceng gondok. Akibatnya, ikan yang berada di kolam apung […]