VISI.NEWS | SUKABUMI – Pelajar serta warga di Kabupaten Sukabumi terpaksa menyeberangi sungai dengan cara bergelantung di jembatan yang rusak akibat dihantam luapan air Sungai Cikaso saat hujan deras yang terjadi pada akhir Juni lalu.
Jembatan tersebut merupakan akses utama warga di Kampung Cigirang, Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong apabila ingin ke Desa Bantarpanjang, Kecamatan Jampangtengah atau sebaliknya.
Sebenarnya ada jalan lain yang dapat dilalui, namun memutar arah sehingga membuat jarak ke tujuan menjadi lebih jauh.
Video saat warga serta pelajar bergelantungan menyeberangi sungai itu diposting akun TikTok komunitas yang bergerak di bidang sosial, Jampang Peduli. Dalam video itu terlihat, mereka meniti badan jembatan yang miring karena tali sling di satu sisi putus. Mereka tak gentar meski dibawah membentang aliran Sungai Cikaso.
Dijelaskan dalam video itu, komunitas Jampe sedang melakukan penggalangan dana agar bisa memperbaiki jembatan tersebut. “Kita sedang melakukan penggalangan dana. Kita masih kekurangan dana sebesar 40 juta lagi,” ujar Suherlan, bagian program Jampang Peduli kepada visi.news, Minggu (21/7/2024).
Sementara itu, Kepala BPD Desa Neglasari Asri Suardi mengatakan warga terpaksa bergelantungan di jembatan itu dibanding melalui jalan lain, alasannya karena jaraknya menjadi jauh. “Sebenarnya ada jalan lain tapi harus memutar, jaraknya jauh bisa sampai 2 jam,” kata Asri.
Dia menuturkan ada 4 jembatan yang rusak akibat dihantam derasnya arus sungai pada 29 Juni lalu, salah satunya jembatan tersebut.
Karena menjadi akses vital, Asri mengatakan pemerintah Desa Neglasari dan Desa Bantarpanjang, telah sepakat untuk memperbaiki jembatan tersebut dengan swadaya.
“Kemarin pernah musyawarah 2 desa, antara Desa Bantarpanjang dan Desa Neglasari, informasi mungkin kita iuran per desanya. Rencana sudah mulai progres pemesanan barang. Insya Allah secepatnya,” ujar Asri.
@andri