Indonesia Masih Dilarang, 20 Ribu Jemaah Umrah akan Segera Masuk ke Arab Saudi

Editor :
Jemaah sedang melakukan tawaf di mengelilingi Ka'bah. /saudigazette.com.sa

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Dalam beberapa hari ke depan, lebih dari 20.000 jamaah umrah lokal dan dari luar akan diterima Arab Saudi, Kementerian Haji dan Umrah mengatakan kepada Okaz pada Sabtu (31/7/2021), seperti dilansir dari saudigazette.com.sa.

Hisham Bin Saeed, juru bicara Kementerian Haji dan Umrah mengatakan bahwa jemaah umrah dari luar Kerajaan Arab Saudi hanya akan datang dari negara-negara yang tidak dilarang sesuai dengan instruksi dari Kementerian Kesehatan dan Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA). Saat ini, negara-negara yang menghadapi larangan perjalanan adalah India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Vietnam, Afghanistan, dan Lebanon.

Larangan itu didorong oleh lonjakan kasus virus corona dan variannya yang berkelanjutan di negara-negara ini.

Sekitar 500 perusahaan dan lembaga layanan umrah dan lebih dari 6.000 agen umrah asing disiapkan untuk menerima jemaah umrah asing yang divaksinasi.

Para calon peziarah dapat memesan paket umrah dan melakukan semua pembayaran melalui sekitar 30 situs dan platform elektronik yang tersedia untuk reservasi global, menurut Hani Ali Al-Amiri, anggota Komite Nasional Haji dan Umrah.

Hanya mereka yang telah divaksinasi penuh terhadap virus corona yang dapat mengajukan visa umrah. Jamaah umrah juga harus dalam kondisi kesehatan yang prima dan harus mematuhi protokol yang bertujuan untuk memastikan keselamatan jemaah yang datang dari luar negeri, kata anggota panitia dalam sebuah pernyataan.@mpa/saudigazette.com.sa

Baca Juga :  Penuhi Haknya, Pemkot Berikan e-KTP kepada 282 Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas II Kota Bandung

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Garut Tertinggi dalam Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Jawa Barat

Ming Agu 1 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Kabupaten Garut menjadi wilayah tertinggi kasus kematian akibat Covid-19 di Jawa Barat. Angkanya mencapai 4,7 persen dari total jumlah kasus warga yang terkonfirmasi Covid-19 sejak awal pandemi di Kabupaten Garut. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surachman mengatakan, kasus kematian di Garut […]