“Industrial brain” Guizhou Wujudkan Kegiatan Manufaktur yang “Pintar”

Editor Ban Guizhou dipajang pada stan Guizhou di sesi kelima Pameran Impor Internasional Tiongkok setiap provinsi dan kota. /visi.news/icphoto.cn
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | GUIYANG – Pada pagi hari, saat saya memasuki sebuah lini produksi di Guizhou Tire, saya melihat seorang staf memindai ban dengan ponsel pintar, mengecek rencana produksi pada hari tersebut hanya dengan mengeklik tetikus komputer, serta mengaktifkan troli AGV untuk pengiriman produk secara otomatis. Rutinitas ini mengawali hari kerja staf Guizhou Tire. Rasanya, saya sulit membayangkan bahwa hal ini terjadi di perusahaan manufaktur terbesar di Guiyang.

Ilustrasi: Ban Guizhou dipajang pada stan Guizhou di sesi kelima Pameran Impor Internasional Tiongkok setiap provinsi dan kota. (Sumber: icphoto.cn)
Ilustrasi: Ban Guizhou dipajang pada stan Guizhou di sesi kelima Pameran Impor Internasional Tiongkok setiap provinsi dan kota. (Sumber: icphoto.cn)

“Ini adalah kartu informasi ban, seperti yang baru saja dipindai oleh staf kami. Anda dapat memindainya dengan Aplikasi kami untuk Guizhou Tire, lalu Anda dapat melihat seluruh informasi tentang komponen ban, termasuk waktu produksi, kuantitas, nomor produksi, dan lokasinya. Kartu ini dilengkapi kode batang (barcode). Setelah memindainya, Anda mengetahui proses pembuatan produk. Anda dapat mempelajari segala hal dengan cepat,” jelas Yuan Yi, Director, Production Department, Guizhou Tire.

Kini, sistem tersebut telah menjadi rutinitas biasa di Guizhou Tire setelah perusahaan ini mengintegrasikan “Big Data+” dan industri. Namun, sistem tersebut hanyalah salah satu dari upaya Guizhou Tire dalam memanfaatkan “Big Data+” guna menopang intelligent manufacturing. Agar industrialisasi baru tercapai, pelaku industri harus mengubah pengembangan bisnis dari pendekatan yang berbasiskan faktor menjadi inovasi. Maka, langkah ini membutuhkan dukungan dari platform “Guizhou Industrial Cloud”.

Pada 2020, Guizhou Tire berinvestasi lebih dari RMB 200 juta dalam penelitian dan pengembangan, serta memanfaatkan sistem analisis big data pada Guizhou Industrial Cloud. Tujuannya, mengumpulkan informasi tentang kebutuhan pelanggan, informasi pasar, data pengetesan secara historis, dan lain-lain. Lewat langkah tersebut, Guizhou Tire menjalankan desain model produk dan mengembangkan produk ban yang dapat dipasarkan.

Baca Juga :  TAUHID: Ilmu Perbintangan dalam Islam

“Sebagai sebuah platform yang dirancang dengan big data pilot zone pertama di Tiongkok yang berada di Guizhou, Guizhou Industrial Cloud meningkatkan transformasi dan pemutakhiran di kalangan perusahaan lokal dalam rangka pemanfaatan teknologi informasi baru. Proyek ini juga menjadi salah satu proyek uji coba big data ‘7+N cloud’ di Guizhou,” ujar Yang Lingyun, Chairman, Guizhou CASICloud Tech Co., Ltd., pengembang dan pengelola Guizhou Industrial Cloud Platform. Guizhou Industrial Cloud Platform secara efektif meningkatkan efisiensi perusahaan, menghemat biaya, mempersingkat siklus litbang, serta memenuhi kebutuhan pelaku industri akan digitalisasi, jaringan, teknologi pintar, dan cloud melalui sumber daya cloud, perangkat lunak cloud, dan solusi intelligent manufacturing dengan konektivitas “end, network, and cloud”.

“Kini, Guizhou Industrial Cloud telah menjadi motor penggerak dan platform penting yang meningkatkan integrasi big data dan ekonomi riil di Guizhou. Maka, platform ini menjadi contoh sukses dari transformasi ekonomi riil,” kata Yang Lingyun.

Di Guizhou Yaguang Electronic Technology Co., Ltd., berkat Guizhou Industrial Cloud, lini produksi yang didukung teknologi pintar berhasil meningkatkan produksi sebesar 58%, tingkat produk terbaik hingga 33%, dan manfaat ekonomi hingga 15%. Perusahaan ini juga menghemat penggunaan lantai produksi hingga 46% dan tenaga kerja produksi hingga 68% (per tim). Sementara, AVIC Liyuan Hydraulic Co., Ltd. memakai platform ini untuk pengadaan bahan baku, serta merealisasikan kegiatan produksi dan pengadaan bahan baku yang terintegrasi dengan pesanan produk. Hasilnya, perusahaan ini mampu mengurangi staf pengadaan hingga 50%, bahkan pengiriman produk secara tepat waktu meningkat hingga 90%. HICCOM Precision juga bertransisi dari “Industry 2.0” menuju “Industry 3.0” setelah menerapkan berbagai modul fungsional pada Guizhou Industrial Cloud. Langkah ini pun menjadi landasan yang baik untuk merambah pasar internasional.

Baca Juga :  Program 'Tanginas' Pemkot Bandung Dapat Dukungan DKPP Jawa Barat

“Kami ingin membantu pelaku industri merealisasikan transformasi digital agar mereka dapat beralih dan beranjak menuju era informasi dengan bantuan ‘cloud’,” jelas Yang Lingyun. Teknologi canggih seperti cloud computing dan Internet of Things tak hanya membantu sebuah perusahaan terhubung dengan data faktor industri yang lengkap, namun juga mengoptimalkan alokasi sumber daya dengan kualitas dan efisiensi yang lebih baik lewat kegiatan produksi yang didukung teknologi pintar.

Hingga kini, jumlah pengguna terdaftar pada Guizhou Industrial Internet Platform telah melampaui 170.000, meliputi 204 perangkat lunak industri dan 2.308 aplikasi industri, serta menghubungkan 14.178 alat produksi utama dan hampir 3.000 perusahaan pada cloud.@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Salat Id Jemaah Muhammadiyah di Kota Bandung, Khatib Ingatkan Perbedaan Harus Bisa Pererat Persaudaraan

Jum Apr 21 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Jemaah Muhammadiyah pada Jumat (21/4/1023) pagi tadi melaksanakan salat id di Lapangan Lodaya, Jalan Lodaya, Kota Bandung. Sebagai Imam/khatib pada salat id tersebut Dr Hajar Sanusi. Dalam khutbahnya khatib menyampaikan bahwa perbedaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini menjadi momentum untuk merekatkan tali persaudaraan di […]