Informasi Bangunan dan Tanah SDN Jayamukti Garut Dijual Pihak Desa Beredar di Medsos

Editor Gambar bangunan SD yang diambil dari tangkap layar di sebuah akun seluler yang kini tengah ramai diperbincangkan./visi.news/zaahwan aries
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Informasi mengenai bangunan dan tanah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jayamukti 3 di Desa Jayamukti, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang dijual kini beredar luas di media sosial Facebook. Informasi ini tentu saja mengagetkan warga Garut dan langsung menjadi perbincangan hangat.

Dalam informasi disebutkan bahwa bangunan dan tanah SDN Jayamukti 3 dijual oleh pihak pemerintah desa setempat dengan harga Rp 80 juta. Dalam media sosial tersebut juga beredar foto yang menunjukan sebagian dari genting bangunan sekolah yang sudah dalam kondisi dibongkar.

Tak hanya itu, untuk menguatkan informasi yang disebarkannya, pemilik akun Facebook juga menyertakan foto kuitansi penjualan sekolah tersebut. Dalam foto terlihat nilai uang sebesar Rp 80 juta serta nama pembeli atas nama Abdul Manaf.


Kuitansi yang diambil dari tangkap layar di sebuah akun seluler yang kini tengah ramai diperbincangkan./visi.news/zaahwan aries

Di kuitansi yang fotonya beredar di media sosial itu juga tertera tanda tangan Kepala Desa Jayamukti atas nama Hamdani di atas materai Rp 6.000. Selain itu, ada juga tulisan yang menerangkan bahwa transaksi jual beli itu dilaksanakan pada tanggal 15 November 2019.

Saat dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Garut, Totong, mengatakan bahwa permasalahan tersebut saat ini sedang dalam penyelesaian. Dengan alasan tersebut, Totong mengaku belum bisa memberikan statemen lebih jauh.

“Hal itu sedang diselesaikan oleh Pak Asda I. Ke Pak Asisten saja,” jawab Totong singkat.

Camat Cihurip, Asep Suharsono yang dihubungi pun belum memberikan keterangan terkait hal tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengaku kaget karena baru mendengar kabar tersbut dari awak media. Namun saat itu Helmi langsung berupaya menelusuri dengan mengkonfirmasi langsung ke Asda I, Nurdin Yana.

Baca Juga :  Kalahkan PSIS Semarang 1-0, Persib Bandung Jadi Satu-satunya Tim Tak Terkalahkan pada Liga 1 2021/2022

Setelah mendapat keterangan dari Nurdin Yana, Helmi menyampaikan bahwa kejadian tersebut memang ada dan saat ini sedang dalam penanganan pihak Pemkab Garut. Pada awalnya, pihak Kecamatan Cihurip dan Korwil Pendidikan Cihurip sendiri tidak mengetahui hal itu.

Menurut Helmi, sekolah yang diduga dijual oknum desa itu memang sudah tak digunakan lagi. Bangunan sekolah dipindahkan karena hasil rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berada di tanah yang rawan longsor.

“Informasi yang saya dapatkan seperti itu. Namun untuk lebih pastinya saya akan memanggil Kepala Desa dan BPD Jayamukti, Kepala SDN Jayamukti 3, komite sekolah, Korwil Pendidikan, dan Camat Cihurip,” ujar Helmi yang ditemui di rumahnya.

Pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait menurut Helmi akan dilakukan besok (hari ini). Hal ini penting dilakukan agar pihaknya bisa mendapatkan informasi yang akurat sehingga permasalahannya menjadi semakin jelas.@zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Hésé Asup (3)

Sel Jun 30 , 2020
Silahkan bagikanRekacipta Fendy Sy Citrawarga   “ATUH meureun étana kasundut Darsép?” “Naonna, Jin?” “Naonna kénéh waé ari manéh Darsép? Apan ceuk manéh kamari, nyaéta kitu, Jin.Tapi si Koyod teu éléh akal, pelenyun wéh udud roko, terus disundutkeun ka tengah-tengah cungcat Nyi Inih nyieun liang. Da ceuk pikir si Koyod mah, […]