Search
Close this search box.

Inggris–Norwegia Bentuk Aliansi Anti-Kapal Selam, GIUK Gap Jadi Gerbang Baru Pengawasan Rusia

-inggris dan Norwegia resmi menandatangani Lunna House Agreement, sebuah pakta pertahanan baru yang memperkuat pengawasan terhadap pergerakan kapal selam Rusia di Atlantik Utara./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS |JAKARTA -inggris dan Norwegia resmi menandatangani Lunna House Agreement, sebuah pakta pertahanan baru yang memperkuat pengawasan terhadap pergerakan kapal selam Rusia di Atlantik Utara. Kesepakatan ini diteken di London pada Kamis (4/12/2025) dan menjadi langkah strategis dua raksasa NATO untuk menghadang ekspansi militer Moskow.

Perjanjian tersebut mencakup patroli gabungan di kawasan strategis GIUK Gap—jalur laut antara Greenland, Islandia, dan Inggris—yang selama ini menjadi rute favorit kapal selam Rusia menuju Atlantik. Armada gabungan setidaknya terdiri dari 13 kapal perang anti-kapal selam Tipe 26, serta dukungan drone maritim berteknologi tinggi.

Pengamat keamanan maritim dari Royal United Services Institute (RUSI), Dr. Lucas Hambridge, menilai perjanjian ini sebagai pesan tegas NATO.

> “GIUK Gap adalah pintu masuk utama bagi kapal selam Rusia. Jika Inggris dan Norwegia memperkuat pengawasan di wilayah itu, Moskow akan kehilangan salah satu jalur strategisnya,” ujarnya.

 

Selain armada tempur, kerja sama ini diperluas pada latihan gabungan, pelatihan marinir Inggris di medan ekstrem Norwegia, hingga integrasi rudal jelajah produksi Oslo ke kapal permukaan Inggris.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyebut kesepakatan tersebut sebagai respon langsung terhadap meningkatnya aktivitas Rusia.

> “Kami melihat peningkatan 30% kapal Rusia yang mendekati perairan kami dalam dua tahun terakhir. Kami harus bekerja bersama untuk menjaga wilayah dan infrastruktur vital,” tegasnya.

 

Fokus pengawasan juga diarahkan pada perlindungan kabel data dan pipa bawah laut, yang membawa hampir seluruh lalu lintas informasi dunia dan rentan sabotase. Ancaman ini mencuat setelah serangkaian kerusakan pipa dan kabel di Laut Baltik pada 2024 yang dikaitkan dengan kelompok kapal Rusia.

Dengan perjanjian ini, Inggris dan Norwegia berharap dapat membentuk barisan pertahanan yang lebih kuat di kawasan Arktik—wilayah yang semakin penting secara geopolitik dan menjadi pusat manuver kekuatan Moskow. @fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :