Search
Close this search box.

Inggris Perkuat Pertahanan Ukraina, 1.000 Rudal Dikirim di Tengah Gempuran Rusia

Sebanyak 1.000 Rudal Multiguna Ringan (LMM) dan 1.200 rudal pertahanan udara diumumkan Pemerintah Inggris dalam paket bantuan militer baru untuk Ukraina di Brussels, Belgia, Kamis (13/2/2026), guna memperkuat pertahanan udara menghadapi serangan Rusia./visi.news/ilustrasirudal.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Pemerintah Inggris meningkatkan komitmennya terhadap Ukraina dengan mengumumkan paket bantuan militer baru senilai 500 juta poundsterling atau lebih dari Rp11,4 triliun. Paket tersebut mencakup pengiriman 1.000 rudal tambahan dan sistem pertahanan udara, menyusul gelombang serangan Rusia yang kembali menargetkan infrastruktur energi di Kyiv.

Pengumuman itu disampaikan setelah pertemuan Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina (UDCG) di Brussels, yang dihadiri sekitar 50 negara sekutu. Inggris menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kemampuan pertahanan udara Ukraina dalam menghadapi serangan drone dan rudal Rusia.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey menyatakan langkah tersebut sangat penting untuk menjaga ketahanan Ukraina.

“Langkah ini akan membantu Ukraina mempertahankan diri dari serangan drone dan rudal Putin yang tiada henti,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui situs pemerintah Inggris, Jumat (13/2/2026).

Sebagai bagian dari paket tersebut, Inggris akan mengirimkan tambahan 1.000 Rudal Multiguna Ringan (LMM), 1.200 rudal pertahanan udara, serta 200.000 butir amunisi artileri melalui Konsorsium Pertahanan Udara. Pendanaan juga mencakup 150 juta poundsterling untuk Daftar Persyaratan Prioritas Ukraina (PURL) NATO, sebuah mekanisme yang mengoordinasikan pengadaan cepat pencegat pertahanan udara.

Healey menegaskan komitmen jangka panjang London terhadap Kyiv.

“Saat kita mendekati tahun kelima invasi skala penuh Putin, Inggris dan sekutu kami lebih berkomitmen dari sebelumnya untuk mendukung Ukraina,” katanya.

Pertemuan UDCG di Brussels dipimpin bersama oleh Inggris dan Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius. Hadir pula Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, serta Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles.

Mark Rutte menyampaikan apresiasinya kepada negara-negara yang berkontribusi dalam skema PURL. Ia mengucapkan terima kasih kepada Inggris, Islandia, Norwegia, Swedia, dan Lithuania atas dukungan mereka dalam mempercepat pembelian sistem senjata bagi Ukraina.

Baca Juga :  Soroti Darurat Sampah dan Abrasi Pantai di Bali, Mori Hanafi: Pariwisata Bali Terancam

Dalam forum tersebut, para pendukung Ukraina membahas kebutuhan militer utama untuk tahun 2026, berbagi evaluasi situasi medan perang, serta mengidentifikasi celah kemampuan yang perlu segera diatasi. Inggris sendiri mengambil peran sebagai pemimpin bersama Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina dengan Jerman, serta Koalisi Sukarelawan bersama Prancis pada tahun lalu.

Pemerintah Inggris menegaskan bahwa stabilitas keamanan Eropa, termasuk Inggris, berkaitan langsung dengan situasi di Ukraina. Dukungan militer yang diumumkan kali ini dipandang sebagai sinyal bahwa London tidak akan mengendurkan dukungannya di tengah konflik yang masih berkecamuk. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :