Ini Alasan Komar, Dikdik dan Gobang Tak Muncul di Film Preman Pensiun 4

Dikdik Dan Komar Mantan Pemain Preman Pensiun. /visi.news/instagram
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Sutradara Preman Pensiun, Aris Nugraha menjelaskan alasan tidak memuncukan tiga karakter lama yakni Komar, Dikdik dan Gobang di Preman Pensiun 4.

Aris mengungkapkan fakta tiga pemain lamanya itu tak lagi muncul ke akun instagramnya @arisnugraha_anpfilms.

Selain menyebutkan alasan ketiganya sudah tidak ada cerita di Preman Pensiun 4, Aris juga menjelaskan alasan lain.

” Komar, Dikdik, Gobang, kenapa nggak ada di PP4? karena nggak ada di ceritanya,” tulis Aris Nugraha dikutip Dream, Senin 18 Mei 2020.

Selanjutnya, Aris memberi penjelasannnya ketiga tokoh itu tak lagi muncul di Preman Pensiun 4 ini, karena Komar pulang ke rumahnya, Dikdik telah meninggal, sementara Gobang diceritakan telah masuk penjara.

” Komar pulang ke Depok, membawa istri dan anaknya. Dikdik tewas di rumah sakit setelah ditusuk Gobang. Gobang masuk penjara,” kata Aris Nugraha.

Namun tidak munculnya tiga karakter Komar, Dikdik dan Gobang di Preman Pensiun 4 ini membuat penonton setia sinetron ini merasa kecewa.

” Gobang Komar sama dikdik itu yg ditunggu” malah kaga nongol,”  kata akun @iyoenk_005_1312.

” banyak yang menunggu akan kemunculan komar,gobang dan dik dik,”  kata akun @agusdimas_15.

” Nonton Preman Pensiun 4 kurang lengkap tanpa kehadiran formasi yg dulu. Sukses terus kang,”  tulis akun @vinda.darmah.

Mereka beramai-ramai menuliskan komentarnya kepada Aris dan kepada tiga pemain yang menanyakan langsung ke kolom komentar. Pemain pun angkat bicara soal tidak lagi muncul di Preman Pensiun 4.

” Kang didik nanti muncul ke preman pensiun 4 ?,” tanya akun@afrizal_raiflans.

” @afrizal_raiflans nggak,” balas Dindik lewat akun @andra_dikdik.

Sedangkan Komar mengatakan, dirinya tidak muncul lagi di Preman Pensiun karena pulang kampung ke Depok Jawa barat. Sedangkan Gobang di penjara karena telah menusuk Dikdik sampai meninggal.

” KARUNYA TEUING NU GONDRONG DI PENJARA NU BOTAK MAOT , NU NGOMONG PULANG KAMPUNG KA DEPOK … THE END,” kata Komar.

Cerita Kelam Pemeran Willy 

Penggemar sinetron Preman Pensiun 4 juga tentu tak asing dengan pemeran Willy di sinetron garapan sutradara Aris Nugraha itu.

Sosok Willy yang diperankam oleh Iyang Sule ternyata pernah menjalani kehidupan kelam di masa lalunya. Iyang dulu terkenal orang tidak baik karena pernah menggunakan obat-obatan terlarang, hingga mencuri.

” Jujur kalau nanya tentang Iyang di Pasar Palasari terutama daerah sini di cap nya jelek. Pokoknya garis hitam karena dulu ada satu fase kelam, obat-obatan” kata Iyang dikutip Dream dari Dikdik Channel, Jumat 15 Mei 2020.

Lantaran terjun ke dunia hitam membuat Iyang bekerja apapun demi mendapatkan uang, salah satunya tukang parkir.

” Dulu saya masa-masanya ke obat terlarang, terjun ke dunia seperti itu. Di samping itu juga cari uang di jalan seperti tukang parkir, segala dikerjakan,” imbuhnya.

Selain itu, Iyang juga pernah tersangkut masalah hukum yang akhirnya membuatnya di penjara. Ia mangaku pernah mencuri di rumah tetangganya sendiri sampai masuk penjara selama setahun.

” Saya pernah ke dunia kriminal. Mencuri, mabuk, selingkuh, itu menjadi masa-masa tersulit dari masa anak saya pertama dan kedua karena anak saya ada enam,” kata Iyang.

Kisah Nyata Kang Pipit 

Sinetron Preman Pensiun 4 sedang digandrungi pemirsa televisi nasional. Terbukti sinetron yang tayang setiap hari pukul 04.00 WIB ini menjadi menempati rating tertinggi.

Para pemain sinetron itu pun mulai jadi sorotan publik. Salah satunya adalah Kang Pipit, pria bertubuh besar dan berkepala pelontos yang berperan sebagai mantan preman dan beralih profesi sebagai security.

Namun siapa sangka, peran preman dalam Preman Pensiun 4 itu adalah kehidupan asli pria bernama asli Icaa tersebut. Sebelum bermain sinetron, dia bahkan kerap keluar masuk penjara. Kang Piipit merasakan dinginnya mendekam balik jeruji besi di di Lapas Kebon Waru.

” Ya kita rasakan dulu di polsek itu keluar masuk ya sebetulnya mah. Kang Pipit di LP Kebonwaru,” kata Pipit.

Menjalani hidup sebagai napi sudah dirasakan betul oleh Pipit. Hidup di dalam penjara, kata dia, begitu memprihatinkan.

” Hidup di bui itu prihatinnya lebih-lebih wah luar biasa daripada hidup di luar. Jadi merasakan betul. Alhamdulillah Kang Pipit merasakan betul getah pahitnya (selama di rutan),” ungkapnya.

Jadi RT

Selama di lapas, Kang Pipit sempat menjadi Korve atau petugas di dalam penjara. Korve tugasnya mengurus rekan-rekan di dalam tahanan yang dibesuk teman atau keluarga. Tugasnya Kang Pipt mencari napi yang dibesuk.

” Kita jadi korve jdi petugs di penjara kalau ada yang besuk. Misal nama (Napi) Udin, wah saya mencari tiap kamar-kamar. Baru kita anterin. Alhamdulillah kang Pipit pernah di situ,” ungkapnya.

Kang Pipit juga mengaku pernah menjadi RT di dalam kamar rutan. Tugasnya mengurus teman-temanya di dalam rutan.

” Kalau di LP satu kamar itu ada RT. RT itu yang mengurus rekan-rekan di dalem. Ya alhamdulillah lah pernah mengalami kitu,” imbuhnya.

Pindah-pindah Rutan

Pria bertubuh besar ini mengaku kerap berpindah-pindah rutan. Mulai dari Lapas Kebon Waru sampai ke beberapa Lapas, seperti Nusakambangan, Cirebon, Kuningan, Cipinang, hingga Sukamiskin.

” Kapasitas LP itu seribu orang, ternyata lebih dari seribu jadi dioper ke Nusakambangan, Cirebon, Kuningan, Cipinang, Sukamiskin,” ucapnya.

Kini, perjalanan hidupnya pernah menjadi nabi membuat Pipit banyak memetik pelajaran dari kisah hidupnya di masa lalu. Ia selalu berusaha menjadi priabadi yang lebih baik untuk sekarang.

Pipit pun bersyukur hidupnya berubah sejak tergabung dalam sinetron Preman Pensiun 4.

Disangka Copet Betulan 

Nama Delisa Herlina mulai dikenal masyarakat sejak memerankan tokoh Mira Di Preman Pensiun 4. Karakter Mira sebagai pencopet di sinetron garapan sutradara Aris Nugraha ini membuat Delisa sempat disangka masyarakat sekitar menjalani profesi tersebut di dunia nyata.

Wanita yang akrab disapa Icha mengaku tertantang memerankan sosok Mira gadis pencopet di sinetron ini. Namun siapa sangka, penduduk di kampung halamannya di Garut Jawa Barat sempat menyangkanya benar-benar bekerja sebagai pencopet.

” Ada sebagian orang yang menganggap itu tuh asli, kayak ibu-ibu di kampung ‘Icha teh geningan copet’ kayak gitulah. Nyangkanya itu asli padahal kan sinetron, peran itu teh,” kata Delisa Herlina dikutip Dream dari Youtube Metafora Rasa, Jumat 15 Mei 2020.

Tak hanya para ibu, banyak anak-anak di kampung halamannya juga punya pandangan demikian. Bahkan mereka ingin mempelajari cara Icha mencopet.

” Terus anak-anak kecil, anak kecil mah belum pada ngerti yah ‘Teh Icha gimana nyopetnya cara nyopetnya gimana’ aduh. Tapi seru,” kata Delisa

Cita-Cita Tercapai

Meski begitu Icha mengaku bersyukur sejak main di sinetron ini namanya semakin dikenal masyarakat. Selain itu, cita-cita Icha yang ingin menjadi artis sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP) akhirnya tercapai.

” Icha punya cita-cita jadi artis itu dari SMP. Pokoknya orang-orang Garut mah pasti tahu, temen deket Icha past tahu kalau Icha pengen jadi artis

” Dulu setiap ketemu sama orang-orang Icha pasti bilang pengen jadi artis, Icha pengen jadi artis. Mau itu orang udah deket atau baru kenal kalau misalkan lagi nongkrong ‘Aku pengen jadi artis doain yah,” imbuhnya.@mpa/dream.co.id./youtube.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Zakat Boleh untuk Menanggulangi Covid -19

Sel Mei 19 , 2020
Jangan Lupa BagikanVisi.News – Sebagai bentuk antisipasi pelaksanaan serah terima zakat di tengah pandemi covid-19, Majelis Ulama Indonesia MUI) telah mengeluarkan Fatwa Nomor 23 Tahun 2020, yang mengatur tentang pemanfaatan zakat, infaq dan shodaqoh. Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni’am Sholeh, mengatakan penyusunan fatwa tersebut dilakukan atas kesadaran penuh organisasi […]