Ini Kata Kodam III Siliwangi Soal Dadang ‘Buaya’ yang Serang Koramil di Garut

Editor Kodam III Siliwangi memastikan tidak ada perusakan markas TNI akibat ulah preman Dadang 'Buaya' yang mendatangi markas TNI di Pamengpeuk, Garut./via detik.com/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kodam III Siliwangi memastikan tidak ada perusakan markas TNI akibat ulah preman Dadang ‘Buaya’ yang mendatangi markas TNI di Pamengpeuk, Garut.

“Tidak ada penyerangan dan perusakan terhadap markas Koramil,” ujar Kapendam III Siliwangi Kolonel FX Sri Wellyanto saat dikonfirmasi, Sabtu (29/5/2021), seperti dilansir detik.com.

Welly –sapaannya– menjelaskan kejadian tersebut bermula akibat permasalahan antara Dadang ‘Buaya’ dengan nelayan di Pamengpeuk, Garut.
Nelayan lantas meminta bantuan adiknya yang merupakan anggota TNI dari Depok. Kebetulan anggota TNI tersebut sedang izin dinas.

“Ketika berusaha diselesaikan, banyak teman-temannya dari Dadang ini dan dalam kondisi habis meminum minuman keras. Akhirnya anggota tesebut pergi ke Markas Koramil terdekat untuk mengamankan diri,” tutur Welly.

Dadang ‘Buaya’ dan rekan-rekannya yang lain pun kemudian mendatangi markas Koramil untuk menanyakan keberadaan anggota tersebut. Seperti yang beredar dalam video, Dadang ‘Buaya’ yang diketahui merupakan preman tersebut emosi dan mencari keberadaan anggota TNI tadi.

“Cuma menanyakan saja. Setelah disampaikan dan dijelaskan secara baik-baik oleh anggota Koramil mereka pergi. Jadi tidak ada penyerangan apalagi perusakan,” kata dia.

Dadang sendiri saat ini diketahui sudah ditangkap oleh polisi. Selain menangkap Dadang, polisi juga menyita sejumlah barang bukti.

Sementara itu sebelumnya Kasubbag Humas Polres Garut Ipda Muslih Hidayat mengatakan, kejadian berawal saat Dadang terlibat cekcok dengan pengendara motor di jalanan.

Lantaran tidak menemui titik temu, pemotor yang berpapasan dengan Dadang meminta bantuan anggota TNI.
Anggota TNI yang diminta bantuan kemudian berupaya menengahi permasalahan, namun Dadang malah menyerangnya.

“Pelaku ini dalam keadaan mabuk dan berkendara tidak pada jalurnya,” katanya.

Lantaran dalam pengaruh minuman keras, Dadang dan anak buahnya kemudian menyerang Markas Koramil Pameungpeuk.

Baca Juga :  Pengendara Keluhkan Truk Besar Kerap Mogok dan Bikin Macet, Begini Respon Dishub

Dia dikabarkan bahkan sempat memukul salah satu anggota TNI yang ada di sana. Aksi Dadang ‘Buaya’ itu akhirnya bisa diredam anggota Koramil yang berjaga.

Tak puas hanya di situ, Dadang juga dikabarkan mendatangi Mapolsek Pameungpeuk dan sempat menyerang anggota Polsek. Namun aksinya kembali bisa diredam.

“Setelah kejadian itu pihak Polsek dan Koramil kemudian melakukan penangkapan,” tutup Muslih. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

216 Warga Sukabumi Meninggal Dunia karena Terpapar Corona

Ming Mei 30 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Kasus kematian pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sukabumi, Jawa Barat, bertambah setiap harinya yang hingga kini totalnya sudah mencapai 216 orang  meninggal dunia. Humas Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi Eneng Yulia di Sukabumi, Sabtu (29/5/2021) menyebutkan, dari 216 orang meninggal tersebut 150 orang merupakan warga Kabupaten […]