Ini Kronologis Dugaan Mafia Tanah di Kab. Bandung yang Melibatkan Oknum Pegawai Kejari Cimahi

Editor Ilustrasi. /net
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Kasus mafia tanah di wilayah Nagrak, Cangkuang, Kabupaten Bandung yang diduga melibatkan oknum pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi, bermula ketika akan membuat sertifikat tanah di desa tersebut. Demikian informasi yang dilaporkan warga Kampung Salamanjah, Deden, Senin (25/7/22) sore kemarin.

Menurut pengakuannya, Deden beserta keluarganya saat itu hendak mengurus pembuatan sertifikat tanah ke Desa Nagrak.

“Dalam proses, diduga oknum pegawai Kejari Cimahi ikut campur, mengintervensi juga diduga mengintimidasi Kades Nagrak untuk menghentikan proses pembuatan sertifkat,” kata Kasipenkum Kejati Jabar, Sutan Harahap.

Peristiwa tersebut menurut Deden, terjadi sekitar Januari 2022, pada saat itu, diduga oknum pegawai Kejari Cimahi ini datang bersama seseorang yang diketahui bernama Dadang ke Kantor Desa Nagrak dan meminta Kades untuk menghentikan proses pembuatan sertifikat.

“Diduga oknum Pegawai Kejari Cimahi datang bersama Dadang, katanya pemilik tanah yang sah, dan meminta Pak Kades untuk menghentikan proses pembuatan sertifikat yang dimohonkan oleh Deden dan keluarga,” ungkap Sutan.

Masih dari pengakuan Deden, lanjut Sutan, para ahli waris dari Hj Didah Dohiri itu juga mengaku memiliki bukti kepemilikan yang sah atas tanah milik keluarganya yang terletak di Blok Cibuntu, Desa Nagrak, tersebut. Tidak hanya itu, Deden juga menduga oknum bernama Faiz alias Iis alias Iswanto bertindak sebagai mafia tanah.

“Karena tiba-tiba menyetir penggarap lahan milik ahli waris Hj Didah Dohiri untuk mengambil alih hak kepemilikan tanah sebelumnya yang dipercayakan untuk digarap. Untuk itu Deden dan keuarga melaporkan perilaku oknum tersebut ke Kejati Jabar,” ujarnya.

Terakhir, dalam laporan yang disampaikannya itu, Deden beserta keluarga juga melampirkan sejumlah bukti berkaitan dengan dokumen kepemilikan bidang tanah yang sah, juga bukti-bukti lainnya yang dianggap menguatkan atas laporan yang dibuatnya.

Baca Juga :  Jembatan Gantung Simpay Asih Bisa Tingkatkan Ekonomi Warga

“Dilampirkan bukti-bukti dan dokumentasi keberadaan diduga oknum pegawai Kejari Cimahi, ketika mendatangi Kantor Desa Nagrak Cangkuang Kabupaten Bandung,” pungkasnya.@eko

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Hanya Bayar Rp. 150 Ribu, 2.500 Sertifikat PTSL Warga Desa Cikitu, Pacet, Kab. Bandung Terealisasi

Sel Jul 26 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Sepanjang tahun 2020 hingga 2021, sebanyak kurang lebih 2.500 sertifikat sudah terealisasikan ke masyarakat Desa Cikitu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Dikatakan Sekretaris Desa (Sekdes) Cikitu, Yogi, kepada VISI.NEWS, Selasa (26/7/22), kuota sertifikasi PTSL tahun 2020 ada sebanyak 3.000 […]